Selasa, 26 Mei 2026 - 21:24 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Penerapan Permendag Belum Optimal

harga minyak goreng di Pasar Pusat Padang Panjang masih berkisar di harga Rp 19.000 s/d Rp 21.000 per liter

Fitria Marlina
Jumat, 4 Feb 2022 | 21:31 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Pemko Padang Panjang Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:25 WIB

Sapi Kurban Presiden untuk Padang Panjang Disalurkan ke Masjid M Noer

Selasa, 26 Mei 2026 | 15:13 WIB
PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF – Dari laporan pemantauan perkembangan harga pangan strategis minggu pertama Februari tahun 2022 yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) dan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), terpantau harga minyak goreng di Pasar Pusat Padang Panjang masih tinggi.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga,Β  selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) Kota Padang Panjang mengatakan, harga minyak goreng terpantau masih belum sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang HET Minyak Goreng.
β€œDari pemantauan yang dilakukan ke lapangan, harga minyak goreng di Pasar Pusat Padang Panjang masih berkisar di harga Rp 19.000 s/d Rp 21.000 per liter. Artinya pedagang masih belum menyediakan minyak goreng yang sesuai dengan HET tersebut, karena mereka masih menghabiskan stok lama,” terangnya.
Pada hari ini, Jumat (4/2), pihaknya juga melakukan pemantauan harga minyak goreng bersubsidi langsung ke lima minimarket/swalayan yang ada di Kota Padang Panjang. Hasil survei tersebut, jelas Putra, pada minimarket AB Mart, hanya tersedia minyak goreng biasa bersubsidi, yaitu Salvaco dengan harga Rp 14.000/liter. Di Paris Swalayan, saat ini tersedia minyak goreng biasa bersubsidi, yaitu Salvaco dan Sipp dengan harga Rp 14.000/liter.
Pada minimarket Arena Mart, tidak tersedia lagi minyak goreng bersubsidi lantaran stok habis. Lalu, di Dilaraft Mart dan Azzura Mart belum tersedia minyak goreng bersubsidi dari pemerintah, baik yang biasa maupun premium.
β€œSedangkan informasi dari pengelola minimarket KPN Balaikota, menyebutkan beberapa hari lalu pihak distributor sudah menarik seluruh minyak goreng merek premium yang harganya masih belum sesuai HET. Tapi sampai saat ini belum juga dikirim minyak goreng pengganti dengan harga sesuai HET,” sebutnya.
Dikatakannya lagi, dari hasil survei ini tergambar bahwa pada minimarket/swalayan Padang Panjang masih belum menyediakan minyak goreng bersubsidi yang sesuai dengan HET Permendag.
Dengan hasil pemantauan yang dilakukan di pasar dan swalayan, Putra menganalisa, kenaikan Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional sepertinya dimanfaatkan pelaku usaha minyak goreng pada perusahaan besar untuk menaikkan harga secara serentak. Pemerintah sudah turun tangan mengintervensi harga dengan kebijakan satu harga di level Rp 14.000/liter, namun terbukti tidak efektif.
Terhitung 1 Februari 2022, pemerintah pusat mengubah lagi kebijakan dengan penetapan HET, Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO). Di mana izin ekspor CPO baru bisa dikeluarkan jika kebutuhan dan harga dalam negeri sudah terpenuhi sesuai yang ditentukan.
β€œNamun setelah hampir seminggu kebijakan ini diterapkan, belum juga mampu membuat minyak goreng tersedia dengan HET yang sudah ditetapkan di pasar-pasar rakyat. Bahkan di beberapa tempat ada kecenderungan terjadi kelangkaan minyak goreng,” sebut Putra.
Menyikapi hal ini, Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) Kota Padang Panjang melalui Disperdakop UKM, Dispangtan dan Bagian Perekonomian SDA akan terus melakukan pemantauan harga minyak goreng ini di pasar dan minimarket yang ada di Kota Padang Panjang.
Dilansir dari laman Facebook Kominfo Padang Panjang. TPID Kota Padang Panjang juga akan mengintensifkan koordinasi dengan TPID Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong penerapan Permendag No. 6 Tahun 2022 di Sumatera Barat.
Tags: Padangpanjang

Berita Lainnya

Pemko Padang Panjang Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:25 WIB

Sapi Kurban Presiden untuk Padang Panjang Disalurkan ke Masjid M Noer

Selasa, 26 Mei 2026 | 15:13 WIB

Harga Bahan Pokok di Padang Panjang Relatif Stabil, Daging Sapi Tertinggi

Jumat, 22 Mei 2026 | 10:30 WIB

Resmi Dilepas, Pemko Padang Panjang Beri Dukungan Penuh untuk PSPP di Liga 4 Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:15 WIB
Selanjutnya

Beri Perhatian ke Pendidikan, Wako Fadly Amran Apresiasi Program Unggulan APKASI

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara