Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:50 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Kalaksa BPBD Sumbar: Tingkatkan Mitigasi dan Gerak Cepat Pemulihan Pascabencana 

Joni A. K.
Selasa, 15 Mar 2022 | 20:40 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Kalaksa BPBD Sumbar, Jumaidi mengingatkan agar masyarakat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitigasi bencana.

Menurutnya gempa pada segmen sesar Talamau waktu itu juga mengingatkan pentingnya untuk terus meningkatkan edukasi dan mitigasi bencana. Terlebih kepada masyarakat Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat terdampak yang masih rawan gempa susulan.

Bencana gempa 6,1 magnitudo itu, bukan hanya merusak ribuan rumah, fasilitas umum, tapi juga korban jiwa. Apalagi, juga menyertakan bencana lain, seperti longsor dan banjir bandang.

“Kita semua, bersama stakeholder terkait, hingga dengan insan kebencanaan terus bergerak memulihkan saudara-saudara kita di Pasaman dan Pasaman Barat,” kata Jumaidi dalam rapat koordinasi, Selasa (15/3).

Salah satunya, meningkatkan koordinasi untuk segera menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Pasaman dan Pasaman Barat. Terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat.

“Mitigasi bencana penting, minimal untuk mengurangi risiko. Saya sempat tidur di Timbo Abu waktu itu, tidak ada gempa, tapi getarannya terasa. Jadi kita mengimbau agar masyarakat tetap selalu waspada,” ujarnya.

Juru Bicara BNPB, Fathia Shabrina yang tersambung secara daring, menambahkan, saat ini pemerintah daerah setempat harus lebih fokus untuk memulihkan masyarakat terdampak dengan menyiapkan Huntara. Tujuannya agar masyarakat tidak terlalu lama tidur di tenda pascabencana, yang justru bisa menimbulkan bencana baru.

“Terutama adanya Huntara, agar masyarakat juga bisa beraktivitas seperti biasa, dan tidak timbulnya bencana baru, misalnya warga sakit akibat kena angin malam di tenda, dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Padang Panjang, hingga saat ini gempa susulan terus terjadi. Setidaknya, telah terjadi 295 kali gempa susulan di pusat yang sama, meskipun hanya dalam getaran skala yang kecil.

“Sejak gempa pertama hingga saat ini terjadi 295 kali susulan, 10 di antaranya dirasakan masyarakat. Kita mengimbau tetap waspada,” kata PMG Muda BMKG Padang Panjang, Syamsir Okriandi saat ditemui usai rapat di Kantor BPBD Sumbar.

Namun di sisi lain, Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumbar, Hidayatul Irwan mengakui pentingnya edukasi dan mitigasi bencana bagi masyarakat. Terutama bagi yang berada di kawasan yang rawan bencana, seperti gempa, banjir, longsor, dan lainnya.

Baca Juga

Gubernur Sumbar Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 | 18:00 WIB

Sekda Sumbar Arry Yuswandi: NCH Pangian Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nagari

Rabu, 21 Okt 2026 | 18:02 WIB

“Masyarakat sangat perlu diberikan edukasi, sebab mereka tidak tahu seberapa besar ancamannya, yang mereka tahu terasa gempa, longsor, atau galodo (banjir bandang),” jelasnya.

Kerawanan bencana itu juga diakui anggota FPRB Sumbar lainnya, bahwa hingga saat ini masih banyak jalan yang retak dan runtuh. Termasuk banyaknya titik-titik yang rawan longsor akses menuju daerah yang terdampak gempa di Pasaman dan Pasaman Barat.

Selain itu, BNPB diharapkan untuk menguatkan leading sektor tingkat lokal. Terutama dengan pihak BPBD provinsi, kabupaten dan kota, termasuk di antaranya untuk memberikan edukasi atau mitigasi bencana kepada masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

“Kita melihat atas kejadian bencana kemarin, nampaknya lebih mandiri di tingkat lokal, sebab tidak terlalu banyak pihak pusat terjun langsung. Jadi leading sektor tingkat lokal harus dikuatkan,” sebut Lany Verayanti, anggota FPRB Sumbar.

Tags: Bencana AlamBpbd SumbarDampak Gempa Pasaman BaratHms-Pemprovpasca gempa pasbarPemprov Sumbar

Berita Lainnya

Gubernur Sumbar Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 | 18:00 WIB

Sekda Sumbar Arry Yuswandi: NCH Pangian Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nagari

Rabu, 21 Okt 2026 | 18:02 WIB

Pemprov Sumbar dan Polda Sepakat Perkuat Pengawasan Karhutla, Vasko Tegaskan Sumbar Harus Nol Titik Api

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:57 WIB

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:03 WIB
Selanjutnya

Pesan Genius Umar untuk 18 Kades Terpilih

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara