KLIKPOSITIF – Praktisi Pariwisata Mochammad Abdi menyebut Pemerintah Kabupaten 50 Kota lamban dalam mengembangkan Kampung Adat Sarugo.
Abdi mengharapkan, Pemkab 50 Kota bergerak cepat dan melakukan berbagai intervensi yang sistematis dalam mengembangkan kawasan yang jadi Juara II tingkat nasional di Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 itu.
Dia mengatakan, secara nama, Sarugo sudah dikenal luas di tingkat nasional dan mengharumkan nama Kabupaten 50 Kota.
Namun, fakta di lokasi, perkembangan kawasan yang terletak di Jorong Sungai Dodok, Nagari Koto Tinggi ini sangat minim.
“Pemkab saya nilai lamban, dan harusnya turun tangan secara nyata mengelola kawasan itu, mulai dari Kepala Daerah, Camat, Wali Nagari, Wali Jorong beserta komponen terkait,” ungkapnya dalam Silaturrahmi Peningkatan Destinasi Wisata Kampung Sarugo di Kantor Wali Nagari Koto Tinggi, Senin 7 Februari 2022.

Menurut Abdi, pengembangan Kampung Sarugo tidak bisa hanya tertumpu kepada dinas pariwisata saja, namun melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.
“Semuanya harus terlibat, seperti Dinas PU PR, Lingkungan Hidup, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, dan sebagainya, Sejauh ini belum ada dan lamban,” ujarnya kecewa.
Kata Wakil Rektor III UM Sumbar itu, selama ini warga hanya bisa bergotong-royong dalam membenahi kawasan yang disebut sebagai wisata unggulan Kabupaten 50 Kota.
Masyarakat kata dia, tidak punya kapital yang kuat untuk pengembangan sarana dan prasarana serta infrastuktur di sini sebab rata-rata aktivitas masyarakat bergerak dalam bidang pertanian dan perkebunan.
Apalagi, tambah Abdi, beberapa waktu belakangan harga jeruk pun turun drastis. Kondisi ini juga menambah beban masyarakat.
“Kita berharap Pemkab 50 Kota mesti serius membenahi Kampung Sarugo” kata dia.
Sejak hadir pada 31 Agustus 2019, Kampung Sarugo telah banyak meraih berbagai prestasi diantaranya ditetapkan menjadi Smart Branding Kabupaten Limapuluh Kota ( Nov 2019), Juara 2 Anugerah Pesona Indonesia (2020), Juara 1 Apresiasi Pokdarwis Sumatera Barat (2021), 50 Desa Wisata terbaik pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (2021) dan Juara 4 Nasional Kategori Homestay ADWI 2021.
“Atas segala prestasi ini mulai dari pejabat tingkat Kabupaten, Propinsi, hingga Pusat telah berkunjung ke kawasan ini, apakah perlu menunggu Presiden datang dulu baru dibenahi ?” ujar Abdi mengakhiri.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Nagari Koto Tinggi ini menghadirkan unsur dari Disparpora Kabupaten 50 Kota, Camat Gunuang Omeh, Pemerintahan Nagari Koto Tinggi, Bamus Nagari Koto Tinggi, KAN Koto Tinggi, Ka Ampek Suku Balai Sungai Dadok, Pokdarwis Kampung Sarugo, Bhabinkamtibnas dan Karang Taruna Nagari Koto Tinggi.
Sementara, Kasi Promosi dari Disparpora Kabupaten 50 Kota Novi Rita mengatakan, di tahun 2022 pihaknya telah menganggarkan kegiatan kepariwisataan di Kampung Sarugo.
(*)






