PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF– Siswa SMK Negeri 2 Kota Payakumbuh, HF (18) meninggal dunia di Rumah Sakit Ahmad Mochtar Bukittinggi, Selasa (1/2) sore WIB. Peristiwa memilukan itu diduga terjadi akibat penganiayaan yang dilakukan oleh lima orang siswa SMK yang merupakan adik kelas korban.
Korban, HF (18) merupakan siswa kelas XII SMK Negeri Payakumbuh yang beralamat di Kelurahan Padang Datar Tanah Mati Kecamatan Payakumbuh Barat. Sebelum meninggal dunia, korban sempat dilarikan ke RS Ahmad Mochtar Bukittinggi. Hingga berita ini ditayangkan, jenazah korban sedang dalam perjalanan ke Kota Payakumbuh dari Kota Padang karena jenazah korban di autopsi di RS Bhayangkara di Kota Padang.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Payakumbuh Dalius mengatakan bahwa saat ini, polisi sudah turun tangan dalam kasus ini Untuk itu, dia dan jajarannya akan menunggu kerja pihak berwajib.
Kronologi belum jelas
“Kejadiannya kita belum tahu persis, tapi sekarang persoalan ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Saat ini Polisi sedang bekerja dan kami menunggu itu dulu,” katanya, Rabu (2/2).
Ia mengungkapkan terkait keputusan untuk lima orang siswa yang diduga melakukan penganiayaan tersebut pihak sekolah juga masih menunggu hasil dari pihak kepolisian.
“Aturan sekolah terkait hal ini juga ada. Tapi saat ini yang jelas kita menunggu hasil dari pihak kepolisian. Sekarang polisi sedang bekerja dan kita tunggu itu,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa korban merupakan seorang siswa yang dalam kesehariannya tidak memiliki kenakalan yang menonjol. “Sehingga ini di luar dugaan dan merupakan sesuatu yang berat untuk kami keluarga besar SMK Negeri 2 Payakumbuh,” ungkapnya.
Menurutnya, di SMK Negeri 2 Payakumbuh program yang menyangkut kepada pembinaan karakter terus berjalan dengan rutin.
“Bagaimana membuat sekolah lebih layak dan lebih ramah. Bahkan kita juga menjalankan program sekolah menyenangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa pihak sekolah juga terus berhubungan dengan pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam rangka membuat siswa lebih disiplin.
“Kita hampir di setiap kegiatan terus memberikan pemahaman kepada siswa agar dapat menyelesaikan suatu persoalan dengan pemikiran yang tenang,” pungkasnya. (*)






