Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:21 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi

Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan Dua Kota di Sumbar Mengalami Inflasi pada Desember 2021

Hal tersebut diperoleh berdasarkan berita resmi statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum

redaksi
Senin, 3 Jan 2022 | 20:12 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A mengatakan, Sumbar tercatat mengalami inflasi pada Desember 2021.

Hal tersebut diperoleh berdasarkan berita resmi statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum.

Pada Desember 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), atau menurun dibandingkan realisasi November 2021 yang sebesar 0,65% (mtm).

Secara tahunan inflasi Desember 2021 tercatat sebesar 1,40% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi November 2021 yang sebesar 1,64% (yoy).

Sejalan dengan itu, secara tahun berjalan Januari s.d Desember 2021 Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 1,40% (ytd), meningkat dibandingkan realisasi November 2021 yang mengalami inflasi sebesar 0,97% (ytd).

Secara spasial, pada Desember 2021 Kota Padang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,48% (mtm), atau menurun dibandingkan November 2021 yang sebesar 0,70% (mtm).

“Realisasi inflasi Kota Padang tercatat berada pada urutan ke-12 inflasi tertinggi dari 22 kota yang mengalmai inflasi di Sumatera, serta menjadi urutan ke-68 inflasi tertinggi dari 88 kota yang mengalami inflasi di Indonesia,” katanya, Senin (3/1/2021)

Di sisi lain, Kota Bukittinggi tercatat mengalami deflasi pada Desember 2021 dengan nilai deflasi sebesar -0,04% (mtm), menurun dibandingkan realisasi November 2021 yang tercatat inflasi sebesar 0,40% (mtm).

Baca Juga

BI Sebut Kenaikan Harga Cabai Picu Kenaikan Inflasi Sumbar

Selasa, 3 Nov 2026 | 15:45 WIB

Famtrip Pariwisata Ramah Muslim Kunjungi 3 Desa Wisata di Sumbar

Sabtu, 10 Okt 2026 | 21:10 WIB

Realisasi deflasi Kota Bukittinggi pada bulan Desember 2021 berada pada urutan ke-2 deflasi terendah di Sumatera dan secara nasional setelah Kota Dumai yang mengalami deflasi sebesar -0,13% (mtm).

Secara tahunan inflasi Desember 2021 tercatat sebesar 1,40% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi November 2021 yang sebesar 1,64% (yoy).

Sejalan dengan itu, secara tahun berjalan Januari s.d Desember 2021 Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 1,40% (ytd), meningkat dibandingkan realisasi November 2021 yang mengalami inflasi sebesar 0,97% (ytd).

Secara keseluruhan tahun, realisasi inflasi pada tahun 2021 sebesar 1,40% (yoy), tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahun 2020 yang sebesar 2,11% (yoy).

Terjaganya pasokan komoditas utama penyumbang inflasi seperti cabai merah, bawang merah dan beras dapat menahan laju inflasi Sumatera Barat pada level yang rendah selama tahun 2021.

“Inflasi Sumatera Barat pada Desember 2021 didorong oleh inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan nilai inflasi mencapai 0,52% (mtm) dan andil 0,16% (mtm),” ujarnya.

Ia menambahkan, Inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau disebabkan oleh peningkatan harga komoditas pangan seperti daging ayam ras, minyak goreng, dan bawang merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,07%; 0,06%; 0,05% (mtm).

Daging ayam ras tercatat mengalami inflasi didorong oleh peningkatan permintaan pada periode Nataru.

Kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh masih tingginya harga CPO global yang berpengaruh terhadap kenaikan harga TBS Sawit lokal, serta peningkatan permintaan minyak goreng selama periode Nataru.

Sementara komoditas bawang merah tercatat turut menyumbang inflasi didorong oleh masih terbatasnya pasokan bawang merah akibat belum masuknya masa panen di wilayah sentra produksi lokal Sumbar maupun dari Pulau Jawa.

Kelompok transportasi tercatat turut mendorong inflasi Sumatera Barat dengan nilai inflasi 0,68% (mtm) dan andil 0,10% (mtm). Inflasi pada kelompok transportasi bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,08% (mtm).

Tarif angkutan udara masih mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan pada masa HBKN Natal dan Tahun Baru.

Pelonggaran kebijakan PPKM di wilayah Sumbar maupun sebagian besar wilayah di Indonesia mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.

Sementara itu, komoditas bioskop yang termasuk ke dalam kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya memberikan sumbangan pada inflasi Desember 2021 dengan nilai andil inflasi sebesar 0,04% (mtm).

Pada komoditas ini, tercatat terjadi kenaikan harga tiket masuk bioskop sejak dibukanya kembali layanan bioskop di Kota Padang pada akhir bulan September 2021. Pelonggaran level PPKM dan masa libur sekolah serta Nataru turut mendorong peningkatan kunjungan bioskop pada bulan Desember 2021.

Di sisi lain, inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi pada komoditas cabai merah, tomat, jeruk, kentang, dan belut dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,19%, -0,01%, -0,01%, -0,01%, -0,003% (mtm).

“Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat secara aktif melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi di daerah terutama dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi di tengah Pandemi COVID-19,” kata dia.

“Menjelang akhir tahun 2021, TPID Provinsi Sumatera Barat telah melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi terutama untuk memitigasi risiko inflasi pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

Tags: Bank Indonesia

Berita Lainnya

BI Sebut Kenaikan Harga Cabai Picu Kenaikan Inflasi Sumbar

Selasa, 3 Nov 2026 | 15:45 WIB

Famtrip Pariwisata Ramah Muslim Kunjungi 3 Desa Wisata di Sumbar

Sabtu, 10 Okt 2026 | 21:10 WIB

Konsistensi Jaga Inflasi, Tanah Datar Kembali Raih TPID Award

Jumat, 25 Sep 2026 | 06:10 WIB

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 5,75%

Kamis, 24 Sep 2026 | 12:54 WIB
Selanjutnya

HAB Ke 76, Wakil Gubernur Sumbar : Kementerian Agama Hadir sebagai Payung Teduh Semua Umat Beragama

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara