KLIKPOSITIF – 4 SPBU yang ada di Sumbar mulai bulan depan akan menerapkan aturan baru dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh konsumen.
Aturan baru tersebut adalah dengan dengan sistem pendaftaran untuk membeli Pertalite dan Solar, yang telah ditetapkan oleh pihak PT Pertamina.
Dari ketetapan PT Pertamina dalam tahap ujicoba mulai bulan depan tersebut, Sumbar masuk dalam 5 provinsi yang menerapkan aturan itu, dengan 4 SPBU yang ditunjuk.
“Untuk Sumbar, ada 4 SPBU yang akan kami ujicoba,” kata Section Head Communication And Relations PT Pertamina Patra Niaga, Regional Sumbagut Agustiawan, Selasa (28/6/2022).
Namun, ia belum membocorkan 4 SPBU yang menggunakan sistem baru untuk pembelian Pertalite dan Solar tersebut.
Sistem baru Pembelian Solar dan Pertalite dengan MyPertamina
Penggunaan sistem terbaru untuk pembelian Pertalite dan Solar disampaikan Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero).
Uji coba sistem tersebut akan mulai ujicoba pada 1 Juli 2022.
Dengan sistem baru ini, setiap pembelian Pertalite dan Solar hanya bisa bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina.
“Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022,” jelas Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).
Ia menambahkan, masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini.
Setelah mendaftar, kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar.
“Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokkan data pengguna,” katanya.
Tahapan mendapatkan Solar dan Pertalilet
Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya, kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang terdaftar.
Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan solar.
“Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina,” jelasnya.
“Jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital,” tambah Alfian.
Alfian menegaskan, inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan solar.
“Sehingga ke depannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” tegasnya.
5 Provinsi jadi pilot project
Uji coba awal akan dilakukan pada beberapa kota/kabupaten yang tersebar di lima Provinsi.
5 provinsi tersebut yakni
- Kalimantan Selatan,
- Sulawesi Utara,
- Jawa Barat,
- Yogyakarta,
- dan Sumatera Barat.






