Selasa, 01 Sep 2026 - 00:10 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Lima Daerah Kaya Sawit Penyumbang Kenaikan Angka Stunting di Sumbar

Joni A. K.
Selasa, 11 Apr 2023 | 21:05 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF- Tujuh daerah di Sumbar mengalami kenaikan angka stunting, lima diantaranya adalah daerah penghasil sawit.

“Ini menurut penelitian dari Unand ada kecenderungan daerah yang kaya sawit kekurangan keberagaman pangan,” ungkap Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat Koordinasi Forum Percepatan Penurunan Angka Stunting di Sumbar dan BKKBN Sumbar, Selasa (11/4).

Audy menyampaikan, secara total angka stunting di 12 kabupaten kota sudah mengalami penurunan namun tujuh diantaranya juga mengalami kenaikan yang kecil-kecil.

“Lima diantaranya itu berasal dari daerah yang kaya akan sawit seperti Dharmasraya, kabupaten Agam, Pasaman barat, Pesisir Selatan dan Solok Selatan,” ulasnya.

Audy menyebutkan pada kawasan penghasil sawit terdapat kecenderungan tidak mendapatkan keberagaman pangan karena daerahnya tidak ada kolam ikan, kebun menanam sayur dan akses menuju ke pasar juga cukup jauh.

Hal itulah yang menyebabkan anak-anak dan ibu hamil serta warga lainnya tidak mengkonsumsi pangan secara beragam karena makanan yang sering dikonsumsi kebanyakan adalah nasi dan mie instan.

Untuk itu, Wagub menghimbau agar para pemilik perusahaan sawit supaya mengarahkan dana CSR nya kepada ketahanan pangan bukan hanya untuk akses jalan dan sebagainya.

Tidak hanya itu, Wagub juga meminta pemerintah daerah agar melakukan intervensi-intervensi pada pihak-pihak terkait agar memberikan dukungan dan perhatian terhadap ketahanan pangan masyarakat di kawasan sawit.

“Intervensi kabupaten kota sangat dibutuhkan. Pemda bisa mengajak duduk bersama para pemilik perusahaan sawit dan memberikan pengertian, intervensi tertentu untuk mengarahkan bantuan pangan pada warga di kawasan sawit,” kata Wagub.

Untuk itu, kita himbau yang punya perusahaan CSR nya agar diarahkan ke arah pangan, hewan nabati dan memperhatikan juga ke bahan pangan jadi jangan hanya jalan

Dalam pertemuan kali ini Wagub mengatakan semua pihak yang ada sudah berkomitmen bersama, kolaborasi bersama untuk menurunkan angka stunting. Semua sektor sudah bergerak, semua elemen bergerak pemerintah provinsi pusat dan daerah serta peran media dalam memberitakan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati mengatakan angka prevalensi stunting di Sumbar mengalami kenaikan, yaitu pada tahun 2021 di angka 23,3 persen menjadi 25,2 persen.

Hal ini tentunya menjadi catatan dan sekaligus evaluasi bersama, sehingga forum ini dapat menjadi forum mendiskusikan, berdialog yang nantinya diharapkan dapat ditemukan strategi yang tepat untuk menurunkan angka prevalensi tersebut.

“Kami menyadari bahwasanya kita bersama telah bersungguh-sungguh, turun langsung ke lapangan, melakukan berbagai macam intervensi dalam upaya penurunan stunting pada waktu yang telah berlalu,” katanya.

Baca Juga

Sekda Sumbar, Arry Yuswandi

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc, ASN Pria dalam Video Viral Jabat Kabiro PBJ

Selasa, 25 Agu 2026 | 07:20 WIB
Screenshot

ASN Pemprov Sumbar Buncah, Video Pria-Wanita Berseragam Dinas Diduga Mesra di Ruangan Beredar

Senin, 24 Agu 2026 | 19:49 WIB

Seperti yang telah digalakkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), BKKBN secara cukup intens mengajak bersama-sama berbagai institusi untuk dilakukannya pertemuan, termasuk melakukan kegiatan yang secara parsial, seperti Audit Kasus Stunting (AKS) pada tahun 2022 yang lalu yang melibatkan lintas sektoral.

Percepatan Penurunan Stunting semestinya dilakukan secara bersama, konvergensi, lintas sektor, bahkan dapat dilakukan dengan pendekatan penta helix, yaitu selain dari pemerintah, juga adanya keterlibatan para akademisi, badan atau pelaku usaha, komunitas atau masyarakat secara luas, dan awak media.

Untuk itu, dengan semangat kebersamaan yang dikenal dengan “gotong royong”. Apalagi kita di ranah Minang ini sangat kaya dengan nilai-nilai, seperti petatah-petitih, mamang, pituah. Misalkan saja, ‘barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”. Gotong royong dan kemitraan dalam upaya memaksimalkan pendampingan keluarga beresiko ini juga mesti didukung di tempat-tempat fasilitas kesehatan yang ada, seperti rumah sakit atau puskesmas atau posyandu secara aktif dan partisipatif.

Dengan harapan, melalui komitmen bersama untuk membantu masyarakat agar terhindar dari resiko stunting, menyukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Terkhususnya juga terjaminnya layanan dalam ber-KB, karena variabel menggunakan alat kotrasepsi terbut memiliki kolerasi yang kuat terhadap beresiko atau tidaknya terhadap stunting.

Tags: Anak StuntingBkkbn SumbarHms-PemprovPemprov SumbarWagub Sumbar

Berita Lainnya

Sekda Sumbar, Arry Yuswandi

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc, ASN Pria dalam Video Viral Jabat Kabiro PBJ

Selasa, 25 Agu 2026 | 07:20 WIB
Screenshot

ASN Pemprov Sumbar Buncah, Video Pria-Wanita Berseragam Dinas Diduga Mesra di Ruangan Beredar

Senin, 24 Agu 2026 | 19:49 WIB

Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Pendukung Investasi Panas Bumi dari Kementerian ESDM

Senin, 24 Agu 2026 | 15:27 WIB

RSUP M Djamil dan Pemprov Sumbar Kolaborasi Tangani Pasien Terlantar

Jumat, 21 Agu 2026 | 06:37 WIB
Selanjutnya

Mudahkan Aktivitas Memasak, MODENA Hadirkan Kompor Freestanding dan Penghisap Asap Fitur Canggih

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara