KLIKPOSITIF – Gigi yang retak, terkelupas, atau patah merupakan kondisi yang dapat terjadi akibat berbagai hal, mulai dari cedera, menggigit makanan yang keras, hingga kebiasaan mengunyah benda seperti pulpen. Kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan gigi saat tidur juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.
Kerusakan gigi tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga dapat menimbulkan masalah pada bagian dalam gigi. Salah satunya adalah pulpitis, yaitu peradangan pada pulpa gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf yang berfungsi memberikan nutrisi sekaligus sensasi pada gigi.
Dilansir dari laman Harvard. Health. Edu, Pulpitis dapat menimbulkan rasa sakit, terutama ketika digunakan untuk mengunyah. Gigi juga dapat menjadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman yang panas, dingin, manis, maupun asam.
Pilihan Perawatan Beragam
Penanganan gigi yang rusak bergantung pada tingkat keparahan kerusakannya. Untuk kerusakan ringan seperti bagian gigi yang kecil terkelupas, dokter gigi umumnya dapat memperbaikinya menggunakan resin komposit berwarna putih.
Namun, jika kerusakan lebih luas, pasien mungkin memerlukan perawatan seperti veneer, mahkota gigi (crown), atau perawatan saluran akar (root canal). Pada kondisi gigi yang sudah mengalami kerusakan sangat parah dan tidak memungkinkan untuk dipertahankan, pencabutan gigi dapat menjadi pilihan.
Veneer merupakan lapisan tipis yang dibuat khusus dan ditempatkan pada permukaan gigi untuk menutupi kerusakan sekaligus memperbaiki tampilannya. Veneer dapat dibuat dari porselen atau resin komposit. Porselen umumnya dinilai memberikan tampilan yang lebih menyerupai gigi alami dan memiliki daya tahan yang baik.
Sementara itu, crown atau mahkota gigi digunakan ketika sebagian besar struktur gigi mengalami kerusakan atau patah. Crown berfungsi menutupi dan melindungi gigi yang tersisa. Bahan pembuatnya dapat berupa keramik, logam, atau kombinasi keduanya.
Dalam proses pemasangan crown, dokter gigi terlebih dahulu membentuk kembali gigi yang rusak dan mengambil cetakan untuk membuat mahkota gigi sesuai ukuran pasien. Selama crown permanen dibuat di laboratorium gigi, pasien biasanya akan menggunakan crown sementara.
Root Canal untuk Kerusakan Pulpa yang Berat
Jika pulpa gigi mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan, dokter gigi dapat merekomendasikan perawatan saluran akar atau root canal. Prosedur ini dilakukan melalui beberapa tahapan untuk mengangkat pulpa yang rusak, membersihkan bagian dalam gigi, kemudian memperbaiki dan mempertahankan gigi tersebut.
Perawatan saluran akar dapat dilakukan oleh dokter gigi umum maupun dokter gigi spesialis endodonti.
Karena gigi yang retak atau patah dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius, pemeriksaan oleh dokter gigi penting dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakan dan pilihan perawatan yang paling sesuai. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri, mencegah komplikasi, serta mempertahankan gigi selama mungkin.










