Gubernur: Mari Bersama Menjaga Hutan

Seminar catatan kritis akhir tahun tentang pengelolaan hutan di Sumbar.
Seminar catatan kritis akhir tahun tentang pengelolaan hutan di Sumbar. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumatera Barat ( Sumbar ), Irwan Prayitno mengatakan, alam dan hutan di Sumbar ini perlu dijaga karena memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat sebagai lumbung utama oksigen di Indonesia.

"Iya, saya sudah beberapa kali keliling kawasan Sumbar dengan Menteri Kehutanan bahwa alam sumbar masih bagus dan terbaik," katanya usai membuka kegiatan catatan akhir tahun tata kelola hutan dan lahan Sumbar 2016 yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Rabu 28 Desember 2016 di Aula Adityawarman.

baca juga: DPD Gerindra Gelar Doa Bersama untuk Nasrul Abit, Andre Rosiade: Warga Sumbar Merasa Kehilangan

Dia mengatakan, dengan menjaga hutan akan dapat terhindar dari segala bencana yang dapat berdampak kepada kelangsungan makhluk hidup. "Jadi dengan menjaga sistem alam yang ada tidak akan muncul berdampak bagi kepada bencana," ulasnya.

Sambungnya, karena jika berbuat jahat kepada alam dengan membabat hutan akan berefek langsung terhadap makhluk hidup yang tinggal, karena manusia dan alam saling ketergantungan.

baca juga: Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama di Sumbar, Lampung, Maluku Utara dan Papua Masih di Bawah 20 Persen

"Kita dapat contohkan, harimau keluar dari hutan untuk mencari makan, karena kelangsungan hidupnya di dalam hutan sudah terganggu, oleh sebab itu mari kita jaga hutan ," kata Gubernur.

Ia juga tidak menampik adanya perusakan hutan , namun di Sumbar tidak seperti daerah lainnya yang menggangu habitat didalamnya serta mengakibatkan bencana. Itu dapat dibuktikan dengan komentar kebanyakan orang yang datang ke Sumbar bahwa hutan di Sumbar masih indah.

baca juga: Pasar Bawah Bukittinggi Terbakar, Andre Rosiade Cari Solusi Bersama Dua Menteri

"Untuk itu perlu kerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli akan lingkungan terutama alam dan hutan bersama-sama mengawasi segala bentuk perusakan yang terjadi di alam," ujarnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga akan telah merencanakan 500 ribu hektar hutan dijadikan hutan nagari kemasyarakatan, sehingga masyarakat yang tinggal dihutan maupun perbatasan, bahkan tanah ulayat di dalam hutan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana bercocok tanam.

baca juga: Program Bedah Rumah Andre Rosiade Didukung Anggota DPRD Padang

"Saat ini baru 100 ribu baru terlaksanakan, sehingga dengan ada proses hutan nagari yang dikelola ini masyarakat selain mengawasi hutan juga mendapatkan penghasilan dari sana," katanya.

Selain itu terkait tambang ilegal yang ada di Sumbar , Gubernur akan selalu mengawasi dengan melakukan sidak disana, namun meski diawasi katanya mereka saat dilakukan sidak tidak berada disana. "Untuk itu kita akan lakukan pengawasan terus menerus, serta memberlakukan sanksi jika menemukan tambang ilegal beroperasi," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Sumbar , Uslaini mengatakan, Sumbar mesti memiliki pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Rekomendasi yang diberikan kepada Gubernur dengan penayangan film dan lembar fakta catatan akhir tahun tata kelola hutan dan lahan menjadi acuan bagi Pemprov Sumbar dalam mengambil kebijakan tentang pengelolaan SDA kedepannya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto