Kasus Kekerasan Anak Meningkat di Padang Pariaman, RPSA : Bermula dari Penggunaan HP

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kasus kekerasan terhadap anak meningkat tahun ini di Kabupaten Padang Pariaman -Sumbar.

Ketua Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Fatmi Yeti Kahar menjelaskan bahwa kekerasan yang menimpa anak adalah terkait kekerasan seksual.

baca juga: Uang Ganti Untung Lahan tol Padang - Pekanbaru Dibayarkan, Wagub Sumbar: Pembangunan Berlanjut

"Benar. Tahun ini kasus kekerasan terhadap anak meningkat. Dari beberapa kasus yang banyak kami tangani, kasus tersebut bermula dari penggunaan HP Android yang disalahgunakan oleh anak saat belajar online," jelas Ketua RPSA yang kerap disapa Teta, Jumat 3 September 2021.

Lebih lanjut Teta membeberkan, belajar online tidak salah, hanya saja saat ini banyak anakmenyalahgunakan HP android untuk melihat konten seksual.

baca juga: Seorang Pengedar Narkoba Dibekuk di Padang Pariaman

"Terlebih lagi tidak ada kontrol dari orangtua sehingga anak leluasa menonton konten dewasa," sebutnya.

Tahun ini, kata Teta lagi, pihaknya menangani sebanyak 51 kasus pelecehan seksual terhadap anak. "Tahun lalu sebanyak 48 kasus pelecehan seksual terhadap anak," ulas Teta.

baca juga: Buka Workshop Pengamalan Nilai-nilai ABS-SBK, Supardi: Pendidikan Moral Penting Ditekankan pada Generasi Muda

Terkait itu semua, pihak RPSA telah berkoordinasi dengan beberapa perangkat desa atau nagari yang kasus cabul meningkat di sana.

"Telah berkoordinasi dengan pihak nagari atau desa agar orangtua anak lebih mengawasi anak saat menggunakan HP," sebut Ketua RPSA.

baca juga: Isu Pungli Kepala Puskesmas Padang Alai, Ini Klarifikasi Kadis Kesehatan Padang Pariaman

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi