Kampung Sarugo di Lima Puluh Kota Lolos 50 Besar Final ADWI 2021

Empat Desa Wisata Sumbar lolos 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, salah satunya Kampuang Sarugo di Lima Puluh Kota
Empat Desa Wisata Sumbar lolos 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, salah satunya Kampuang Sarugo di Lima Puluh Kota (Ade Suhendra)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF - Memasuki babak 50 Besar Nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Desa Wisata Kampung Saribu Rumah Gonjong (SARUGO) Kabupaten Lima Puluh Kota masuk bersama 3 desa wisata lainnya di Sumbar. Jumlah ini setelah sebelumnya tercatat sebanyak 1.831 desa wisata se-Indonesia yang mendaftarkan diri lewat situs Jadesta.com.

Kampuang Saribu Rumah Gonjong ini sendiri terletak di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk penilaiannya sendiri, dilakukan berdasarkan penilaian dewan kurator terhadap tujuh kategori penilaian, klasifikasi desa wisata, dan kelengkapan data melalui situs jadesta.com.

baca juga: Musda IROPIN Sumbar Banjir Interupsi, Ini Harapan Pengda IROPIN Padang

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengucapkan rasa syukur dan bangga sekaligus ucapan selamat kepada Kampuang Sarugo di Jorong Sungai Dadok, Koto Tinggi atas perolehan 50 Desa Wisata Nasional pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

"Terimakasih Kemeparekraf dan ini pencapaian yang sangat luar biasa dari ribuan desa wisata yang mendaftar. Alhamdulillah Kampuang Sarugo Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi berhasil lolos dan saya pribadi dan Pemkab Limapuluh Kota mengapresiasi kepada desa wisata yang lolos maupun yang belum meraih kesempatan untuk hal itu," kata Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, Rabu 25 Agustus 2021.

baca juga: Krisis Energi Global, Industri Migas Masih jadi Penggerak Ekonomi Global

Ia menjelaskan bahwa pengembangan perekonomian masyarakat memiliki potensi yang dapat diangkat melalui kegiatan pariwisata di daerah . Kampuang Sarugo merupakan usaha pelestarian budaya yang dilakukan oleh sumber daya lokal yang memiliki kemampuan dan daya saing dalam dunia pariwisata .

"Koto tinggi tidak saja memiliki zona wisata adat dan budaya, tapi juga memiliki hamparan kebun Jeruk yang menjadi Agro Wisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Ada 79 Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota dan semuanya memiliki zona wisata masing-masing," ujarnya.

baca juga: Banyak Faktor Pengaruhi Pemulihan Ekonomi Global, Menkeu: Salah Satunya Vaksinasi dan Dukungan Fiskal

Ia berharap semua pihak bersama ke depannya menggali potensi tersebut dan melakukan pengembangan perekonomian daerah , khususnya Kabupaten Limapuluh Kota. Sebelumnya, Ketua Umum DPP Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI), Fikri El Aziz mengatakan Sumatera Barat khususnya Limapuluh Kota memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa, ADKI mendukung penuh Pengembangan Desa Wisata dan Desa Kreatif dengan melakukan pendampingan langsung kepada desa- desa di Limapuluh Kota sehingga nantinya dapat membuka lapangan kerja baru di desa/nagari di Limapuluh Kota.

"Bersama DPC ADKI Limapuluh Kota, ADKI dalam waktu dekat akan melakukan MoU Kerjasama Pengembangan Desa Kreatif Terpadu bersama Pemkab Limapuluh Kota." kata Fikri.

baca juga: Kemenperin: Produk Olahan Singkong, Panganan dan Camilan Premium Digemari di Banyak Negara Eropa dan Amerika

Sementara itu, Ketua DPD ADKI Sumbar Deni Asra menyebutkan bahwa sebelumnya 100 desa yang terpilih dari 1.831 Desa Wisata seluruh Indonesia. Provinsi Sumatera Barat lolos terbanyak yaitu sembilan desa wisata dan di 50 besar penilaian masuk Empat Desa Wisata di Sumbar.

"Untuk Sumbar, Kabupaten Agam, Desa Wisata Sungai Batang, Desa Wisata Saribu Gonjong di Kabupaten Limapuluh Kota, Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar dan DesaWisata Apar di Kota Pariaman," kata Deni.

Menurutnya ADKI akan melakukan pendampingan, pembinaan dan pelatihan terhadap nagari-nagari yang masuk nominasi ADWI terutama yang lolos 50 besar. Disamping itu, ADKI akan mengajukan beberapa program kerja yang akan diusulkan ke Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kemendes PDTT agar mendapatkan alokasi anggaran di tahun 2022.

"Kita akan Lakukan pembinaan dan akan mengajukan program kerja yang diusulkan ke Kemenparekraf dan Kemendes PDTT," ujar Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota ini.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri