Tim Panahan Beregu Putra Tersingkir di Olimpiade, Pelatih: Angin seperti Ini Jarang Kami Temui di Jakarta

.
. (nocindonesia)

KLIKPOSITIF - Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Riau Ega dan kawan-kawan belum mampu melangkah lebih jauh di kompetisi panahan beregu putra setelah kalah 6-0 dari Inggris Raya di babak eliminasi 1/8 di Yumenoshima Final Field, Senin (26/7).

baca juga: Commisso Tuding Juventus dan Inter Tidak Bermain dengan Aturan yang Sama dengan Tim Lainnya

Riau Ega Agatha, Arif Dwi Pangestu, dan Bagas Prastyadi mencetak skor 51, 52, dan 51, sementara tim Inggris Raya yang diperkuat Tom Hall, Patrick Huston, dan James Woodgate mencetak skor 55, 53, dan 55 dalam tiga set.

Pelatih Permadi Sandra Wibawa mengakui timnya masih belum bisa mengatasi hembusan angin di Yumenoshima, apalagi angin berhembus lebih kencang daripada hari-hari sebelumnya.

baca juga: 187 SPKLU Untuk Kendaraan Listrik Sudah Tersedia di Seluruh Indonesia, Ini Sebarannya

"Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi memang ini hasilnya. Kondisi angin seperti ini jarang kami temui di Jakarta. Tapi sejauh ini, teman-teman sudah berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik. Har ini, kami mendapat informasi dari pelatih dayung bahwa anginnya lebih kencang dari sebelumnya, seperti badai kecil. Ini yang membuat tim kesulitan karena kurang siap dengan angin kencang," kata Permadi usai pertandingan.

Ega juga mengakui mereka kembali terlambat melakukan adaptasi dengan hembusan angin, sehingga sulit untuk mengejar torehan angka tim Inggris Raya.

baca juga: OJK: Tren Restrukturisasi Kredit Terus Melandai

"Kami terlambat menyesuaian diri di lapangan ini. Jadi kami kalah poin dulu. Inggris bisa mendapatkan poin 10 dengan cepat, dan kami terlambat. Lawan juga bermain lebih baik, jadi agak berat juga untuk mengejar poin mereka," kata Ega.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk nomor perorangan yang akan dimulai Selasa (27/7) besok, saat Arif menghadapi atlet Jerman Florian Unruh. Bagas, Ega, dan Diananda Choirunisa masih memiliki waktu dua hari untuk berlatih dan mencari solusi untuk mengantisipasi hembusan angin Yumenoshima karena mereka akan bertanding pada Kamis (29/7).

baca juga: Skandal Calciopoli, Luciano Moggi Akui Sempat Berpikir Bunuh Diri

"Saya dapat pool bawah dan akan main sore. Jadi, saya akan latihan sore juga. Saya akan berusaha untuk lebih konsisten. Kuncinya fokus pada diri sendiri, menembak lebih baik, dan fokus," kata Ega, yang sudah dua kali tampil di Olimpiade ini

Editor: Eko Fajri