Pakar Ekonomi UIN Iman Bonjol Padang: Pemerintahan Harus Memastikan Investasi Bukan Ancaman

Penolakan Nagari Mart
Penolakan Nagari Mart (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepanikan bisnis ritel lokal menghadapi potensi masuknya bisnis ritel dari luar kembali terlihat pasca diresmikannya Nagari Mart beberapa waktu lalu.

Ketakutan bisnis ritel lokal ditunjukkan melalui aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Pedagang Sumbar di Depan Kantor Gubernur, mereka menolak kehadiran Nagari Mart yang diduga berafiliasi dengan Alfamart (ritel besar berskala nasional).

baca juga: Gubernur Sumbar Minta TP PKK Data Orang Kaya di Nagari

Mendengar persoalan tersebut, Pakar Ekonomi Ahmad Wira mengatakan, kehadiran Nagari Mart yang diduga berafiliasi dengan ritel besar skala nasional tidak bisa langsung dinilai akan merugikan para ritel di Sumbar karena perlu dilakukan kajian mendalam, apakah kehadiran Nagari Mart ini akan berdampak buruk pada perekonomian masyarakat di Sumbar.

"Bagi pemerintah tentunya harus memastikan apakah usaha atau investor yang masuk ke Sumbar tersebut memiliki izin dan sudah sesuai aturan yang ada," ujar Dekan Fakultas Ekonomi UIN Imam Bonjol Padang, Senin, 14 Juni 2021.

baca juga: Sepuluh Sanggar Seni di Sumbar Dapat Fasilitasi Kebudayaan

Menurutnya, bagi masyarakat, setiap investasi yang ada tentunya harus mendukung kesejahteraan bukan malah menjadi ancaman bagi perekonomian masyarakat.

Sebelumnya, keberadaan ritel Nagari Mart yang diduga berafiliasi dengan Alfarmart di Sumbar kembali ditolak warga. Penolakan ini terlihat, puluhan para pengunjuk rasa yang tergabung dari sejumlah pedagang dari Aliansi Pedagang Ritel menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Sumbar pada Senin, 7 Juli 2021 kemarin.

baca juga: Wagub Sumbar Pastikan Ketersediaan Stok Vaksin di Sumbar Aman

Mereka menduga bahwa keberadaan ritel modern dimaksud dapat mengancam stabilitas dan keberadaan pedagang terutama pedagang kecil atau UKM di Sumatera Barat. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir