Rakik-rakik Malam Takbiran, Obat Rindu Perantau Salingka Danau Maninjau

Salah seorang warga Maninjau Videocall dengan keluarganya di rantau saat Rakik-rakik malam takbiran
Salah seorang warga Maninjau Videocall dengan keluarganya di rantau saat Rakik-rakik malam takbiran (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

AGAM, KLIKPOSITIF - Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, perantau tidak bisa pulang kampung sebab ada pelarangan mudik oleh pemerintah. Kondisi itu tentu saja menimbulkan kerinduan bagi perantau akan kampung halaman.

Kemeriahan malam takbiran dirasakan betul oleh masyarakat Salingka Danau Maninjau , Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Walaupun saat pandemi Covid-19, warga tetap menggelar tradisi turun-temurun tersebut.

baca juga: Warga Agam Kirim Setengah Ton Rendang untuk Perantau Terkena PPKM di Jabodetabek

Masyarakat Salingka Danau Maninjau punya cara tersendiri untuk mengobati kerinduan perantau pada suasana kampung. Salah satunya dengan cara Videocall saat malam takbiran saat Rakik-rakik dilepas ke danau.

Cara itu dilakukan olehAbdi (26) salah seorang warga Jorong Gasang, Kenagarian Maninjau. Melalui handphone pintarnya Abdi Videocall dengan keluarganya di rantau. Menghadap kamera handphone pada Rakik-rakik yang sedang berlayar di pinggir danau.

baca juga: Gubernur Sumbar: Sampah Salingka Danau Maninjau Perlu Dikelola Agar Tidak Merusak Pariwisata

"Dunsanak kami di rantau tidak bisa pulang, padahal mereka ingin melihat Rakik-rakik. Ya dengan Videocall ini salah satu caranya," ungkapnya saat malam takbiran.

Tidak hanya itu, anak nagari setempat juga melakukan siaran langsung pada akun media sosial mereka agar bisa ditonton perantau.

baca juga: Penyelamatan Danau Maninjau, Pemerintah Prioritaskan Angkat Keramba Tak Bertuan

Rakik-rakik merupakan salah satu tradisi Anak Nagari dalam memeriahkan malam takbiran menjelang hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Rakik dipersiapkan selama bulan Ramadan dengan panjang sekitar 10 x 6 meter atau seukuran sebatang bambu.

baca juga: Menko Kemaritiman Desak Pemprov Sumbar Bulan Ini Mulai Revitalisasi Danau Maninjau

Rakik (rakit) dibuat dari drum dan bambu yang mengapung di danau. Kemudian di desain seunik mungkin dengan balutan lampu yang kerlap kerlip sehingga begitu memukau di tengah danau. Dibadan rakik di pasang obor bambu sebagai pencahayaan dan penerangan.

Mempercantik, pada bagian kiri dan kanan rakik diberikan hiasan seperti hiasan miniatur Rumah Gadang, Masjid, Kapal dan bintang. Perhelatan Rakik-rakik semakin meriah diiringi dentuman meriam bambu dan kelompok Gandang Tasa di pinggir danau. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir