Cek Pos Pelayanan Operasi Ketupat, Kapolres Terus Ingatkan Prokes

Petugas melakukan pemeriksaan dan penerapan protokol 5M
Petugas melakukan pemeriksaan dan penerapan protokol 5M (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

TANAHDATAR, KLIKPOSITIF - Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Purnomo beserta jajaran mengecek kesiapan personel di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Singgalang 2021 di depan Lapangan Cindua Mato Batusangkar.

"Seluruh personel yang bertugas piket di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Singgalang 2021 saat berhadapan dengan masyarakat untuk selalu humanis dan tetap memberikan edukasi untuk mematuhi protokol kesehatan 5M," ucap Kapolres Rokhmad, Jumat 7 Mei 2021.

baca juga: Tekan Penularan Covid-19, Pemda Diminta Perkuat Tim Khusus Testing dan Tracing

Kapolres menyebut tugas pertama personel adalah selalu mengutamakan keselamatan diri pribadi dalam melaksanakan pelayanan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Operasi Ketupat Singgalang 2021 ini dilaksanakan selama 12 hari pada 6 - 17 Mei dengan tujuan untuk menciptakan situasi yang kondusif menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah," tutur Rokhmad.

baca juga: Hari Ini 87 Warga Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Total Jadi 3.936 Kasus

Ia mengingatkan dengan penambahan kasus positif COVID-19 di Tanah Datar maka diminta masyarakat untuk mematuhi Prokes 5M dan bila ada yang melanggar akan diberikan sanksi.

Kemudian, dengan adanya imbauan pemerintah untuk tidak mudik selama hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, kepada seluruh masyarakat untuk tidak meninggalkan wilayah Sumatera Barat.

baca juga: Antisipasi Pengangguran, Desa di Pariaman Beri Pelatihan Pada Puluhan Warga

Kapolres berharap dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang ini, dapat menekan penyebaran COVID-19 dan terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama Lebaran.

Selama Operasi Ketupat Singgalang Polres Tanah Datar menyiagakan 150 personel gabungan dan mendirikan dua posko pelayanan di depan Lapangan Cindua Mato Batusangkar dan Komplek Istano Basa Pagaruyung. (*)

baca juga: Pembangunan GSG Pariaman Baru 30 Persen, Pemerintah Butuh Rp14 Miliar lagi

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Ramadhani