Ada Varian-varian Baru di Berbagai Negara, Indonesia Harus Waspada Kemunculan Gelombang Baru Covid

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan kepada semua komponen masyarakat untuk konsisten menaati protokol kesehatan , seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Retno meminta masyarakat untuk memperhatikan dan belajar dari perkembangan terkait pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia, terutama kemunculan gelombang baru di sejumlah negara.

baca juga: Ini Bocoran Materi Tes CPNS 2021, Mulai dari TWK Hingga TKP

"Kita harus mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi di Indonesia," ujar Retno dalam konferensi pers kedatangan kiriman vaksin AstraZeneca gelombang kedua, yang diperoleh dari skema COVAX, dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (27/4/2021), malam.

Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap gelombang baru pandemi COVID-19 yang muncul di sejumlah negara di dunia serta kemunculan varian-varian baru di berbagai negara.

baca juga: Hanya 58 Persen Pelamar CASN Kemenag yang Memenuhi Syarat Administrasi

"Kita juga melihat kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat dan di sana sini kita melihat terjadinya perlambatan pengiriman vaksin di seluruh dunia," ujarnya.

Di tengah itu semua, kata dia, Pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan keamanan pasokan vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Namun demikian, diperlukan kerja sama semua pihak untuk dapat melawan virus bersama-sama.

baca juga: Dinilai Tambah Beban Rakyat, Politisi Gerindra Minta Migrasi TV Analog ke Digital Ditunda

"Upaya mencegah itu dapat dilakukan jika kita semua terus disiplin menjalankan protokol kesehatan . Jangan pernah lengah. Perang melawan COVID-19 masih jauh dari selesai," katanya.

Sebelumnya Indonesia menerima kiriman vaksin COVID-19 jadi buatan AstraZeneca sebanyak 3.852.000 dosis melalui fasilitas kerja sama vaksin multilateral COVAX dalam pengiriman gelombang kedua yang tiba di Tanah Air pada Senin.

baca juga: 16 Calon Anggota BPK Akan Jalani Uji Kelayakan, Politisi PKS: Penilaiannya Harus Berdasarkan Aturan Undang-undang

"Malam ini Indonesia menerima vaksin jadi AstraZeneca sebesar 3.852.000 dosis. Pengiriman batch pertama vaksin multilateral dari COVAX Facility telah diterima Indonesia pada 3 Maret 2021 yaitu sebesar 1,1 juta dosis," kata Menlu.

Dengan demikian, jumlah vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca yang telah diterima Indonesia melalui skema multilateral COVAX tercatat sebanyak 4.965.600 dosis dan semuanya diperoleh secara gratis, katanya.

Retno juga menyampaikan ucapan terima kasih Pemerintah Indonesia kepada sejumlah lembaga yang telah terlibat dalam pengiriman vaksin dari skema multilateral itu, termasuk GAVI, Organisasi Kesehatan Dunia, Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan CEPI.

"Kita berharap pengiriman vaksin multilateral selanjutnya dapat terus dilakukan sesuai dengan rencana," katanya.

Sumber: Antara/Suara.com

Editor: Eko Fajri