Sebut Butuh Duit Untuk Beli Popok Bayi, Aldi Taher : Alhamdulillah Hari Ini Dibayar Rp 3,5 juta di Podcast Deddy

Aldi Taher
Aldi Taher (Suara.com/Wahyu Tri Laksono)

KLIKPOSITIF - Sempat ogah hadir di Podcast Deddy Corbuzier , Aldi Taher akhir mau memenuhi undangan acara tersebut.

Kepada tim Deddy Corbuzier , Aldi Taher meminta bayaran. Ia menyebutkan budget yang biasanya diterima saat menjadi bintang tamu.

baca juga: Blak-balakan, Agnez Mo Akui Pria Ini Sebagai Pacarnya

"Gue dicalling, halo saya produsernya Close The Door. Iya mba, berapa budgetnya? Gua langsung (bilang) Rp 5 juta mba, kemaren sama yang lain juga," kata Aldi Taher di kanal YouTube Deddy Corbuzier , Minggu (25/4/2021).

Namun permintaan itu ditawar tim Deddy Corbuzier yang akhirnya disanggupi Aldi Taher .

baca juga: Unggah Video Cuplikan Ikatan Cinta, Amanda Manopo: Kangen Sama Pekerjaan Dulu, Sekarang Sudah Berbeda

"(Ditawar) Rp 3,5 juta. Okelah, deal. Insya Allah," ujar Aldi Taher .

Kata Aldi Taher , uang itu untuk membeli keperluan bayinya yang akan lahir dalam waktu dekat.

baca juga: Raffi Ahmad Akui Pernikahannya Sempat Diambang Kehancuran, Nagita Pelindung Gue

"Butuh duit buat popok bayi. Alhamdulillah hari ini gue dibayar Rp 3,5 juta di podcast Deddy nih," kata Aldi Taher .

Aldi Taher sebelumnya enggan hadir ke podcast Deddy Corbuzier . Lantaran ada konten bersama Dinar Candy yang dianggapnya maksiat.

baca juga: Bikin Nikita Mirzani Tertawa Ketika Bicara Tontonan Anak-anak Sekarang, Mongol : Api Dari Mana Ya Nyala Dalam Air

Namun setelah mendapat tawaran dan budget yang disepakati, pemilik jargon rekam dan posting itu memenuhi undangan.

Soal bayaran, Deddy Corbuzier pernah mengatakan tak mempermasalahkan hal tersebut.

"Kalau orang butuh, gue kasih," kata bapak satu anak ini.

Apalagi kepada orang-orang yang tak mendapat keuntungan balik dari adanya kolaborasi tersebut.

"Kalau misalnya yang diundang nggak punya media sosial, ya pasti gue kasih lah. karena dia nggak ada keuntungan," jelasnya.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi