Ada Varian Baru Virus Corona dari Filipina, Bisakah Dinetralkan Vaksin yang Sudah Tersedia

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Varian baru virus corona dari Filipina telah ditemukan di Inggris. Dalam hal ini Public Health England (PHE) mengatakan sedang menyelidiki varian tersebut.

Varian baru dari Filipina ini disebut dengan P3 yang membawa sejumlah mutasi dalam bentuk lain dari virus corona .

baca juga: RSUD Achmad Darwis Tambah Ruang Operasi Khusus COVID-19

Sekitar 33 kasus yang terkait dengan varian tersebut pertama kali dilaporkan di Filipina pada 9 Maret. Negara itu sekarang memiliki total 98 infeksi yang disebabkan oleh P3.

Melansir dari Independent, P3 membawa sejumlah mutasi penting, termasuk E484K dan N501Y di mana keduanya muncul secara alami dan independen dalam varian berbeda dari seluruh dunia.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Wali Nagari Maksimalkan Posko Penanganan COVID-19

Mutasi E484K mengubah bentuk protein lonjakan yang bertanggung jawab untuk menempel pada sel manusia.

Hal ini yang kemudian bisa membuat mutasi jadi kurang dapat dikenali oleh antibodi. Dengan begitu, maka P3 mungkin bisa lebih resisten terhadap generasi vaksin Covid-19 saat ini.

baca juga: Terpapar Corona, 565 Warga Tanah Datar Diisolasi Mandiri, 92 Pasien Dirawat di Rumah Sakit

Namun sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa P3 masih dapat dinetralkan dengan vaksin yang sudah tersedia.

P3 juga memiliki mutasi N501Y yang juga terlihat pada varian Inggris di mana dikenal lebih menular. Mutasi khusus ini memudahkan virus untuk menempel pada sel manusia dan masuk.

baca juga: Menaker: Industri Kreatif Mampu Hadapi Tantangan Akibat Pandemi

Tingkat R alami dari varian yang membawa N501Y diperkirakan jauh lebih tinggi daripada bentuk virus aslinya.

Tidak ada hal baru di P3 yang dilihat oleh para ilmuwan. Namun, setiap varian memiliki kombinasi mutasi yang unik yang menentukan bagaimana ia berinteraksi dengan pertahanan tubuh.

Meskipun ada kekhawatiran untuk melihat varian baru yang muncul, versi virus ini belum berevolusi lebih jauh. Analisis lebih lanjut akan diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini dan menetapkan sejauh mana efektivitas vaksin dipengaruhi oleh P3.

Editor: Eko Fajri