Rentenir Masih Ada di Tanah Datar, Ini Kiat Bupati Menghadapinya

Bupati dan Wabup Tanah Datar memimpin rapat dengan pimpinan OPD
Bupati dan Wabup Tanah Datar memimpin rapat dengan pimpinan OPD (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Rentenir atau orang yang memberikan pinjaman uang dengan bunga tinggi, ternyata masih ada di Kabupaten Tanah Datar - Sumbar.

"Saya terenyuh melihat kondisi satu keluarga yang terlilit utang dengan rentenir , jangankan untuk membayar pinjaman, yang akan dimakan saja tidak ada," ucap Bupati Tanah Datar Eka Putra saat memimpin rapat dengan pimpinan OPD di Pagaruyung, Kamis 4 Maret 2021.

baca juga: Cek Pos Pelayanan Operasi Ketupat, Kapolres Terus Ingatkan Prokes

Untuk menghadapi rentenir ini, Bupati Eka bersama Wakil Bupati Richi Aprian dengan tegas siap paling depan melakukan perlawanan.

"Kepada OPD terkait, saya minta untuk menyiapkan formula untuk mengatasinya, seperti data, peraturan, dan mencari informasi pada daerah lain yang sudah berhasil menghadapi rentenir ini," ucap Eka.

baca juga: Tambah 5 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Bupati Sebut Kasus Naik Akibat Abai Prokes

Setelah itu, jelasnya, menyiapkan instrumen dan regulasi pinjaman lunak kepada koperasi syariah di nagari-nagari, pinjaman lunak tanpa agunan melalui bank.

"Kita harus sungguh-sungguh mengatasi ini. Niatkan untuk ibadah. Semoga jika ini berhasil, menjadi amal jariyah untuk kita," tutur Eka.

baca juga: Peduli Warga Kurang Mampu, Emersia Grup Bagikan 3.200 Paket Sembako

Sementara itu, Wabup Richi Aprian mengharapkan antar perangkat daerah agar menghilangkan ego sektoral dan tidak ada lagi persoalan dukung mendukung karena Pilkada sudah usai dan sekarang sudah dalam satu kesatuan.

"Pelayanan publik harus ditingkatkan, masalah perizinan juga harus juga perhatikan dan yang juga terpenting penanggulangan kemiskinan di Tanah Datar harus jelas, terukur dan terarah progamnya," tutur Richi.

baca juga: Hilangkan Traumatis Siswa Pascatragedi Kecelakaan Bus di Pitalah, Pemkab Tanah Datar Lakukan Hal Ini

Pada kesempatan itu, juga dibahas 3 isu strategis yakni perencanaan pembangunan dan perbaikan ekonomi, pengelolaan keuangan daerah dan aset daerah serta penanganan COVID-19. (*)

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi