Survei Situs Kencan Online Ini Sebut Indonesia Posisi ke 2 Sugar Daddy Terbanyak di Asia

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Istilah sugar daddy kini sudah tak asing lagi didengar. Sugar daddy atau gadun merujuk pada pria mapan dan lebih tua, yang memberikan uang hingga berbagai hadiah mahal untuk wanita lebih muda.

Tak hanya di luar negeri, fenomena sugar daddy juga makin berkembang di Indonesia. Terlebih di kala pandemi, tidak sedikit yang memilih untuk mencari sugar daddy demi memenuhi kebutuhan finansial.

baca juga: HBA Desember Turun Jadi USD159,79 per Ton, Ini Penyebabnya

Belum lama ini, sebuah situs kencan online khusus para sugar daddy dan sugar baby merilis hasil survei mereka. Rupanya, Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang memiliki sugar daddy terbanyak.

Melansir SEA Mashable, survei yang dilakukan oleh situs SeekingArrangement itu mengungkap bahwa Indonesia memiliki lebih dari 60.250 sugar daddy .

baca juga: Tidak Ada Alokasi Untuk Kelanjutan Pembangunan Pasar Surantih Tahun 2022, Pedagang: Lebih Baik Seperti Dulu Saja

Sementara, negara Asia Tenggara lainnya yang mendapat angka cukup tinggi adalah Malaysia di tempat ketiga, dengan total 42.500 sugar daddy .

Posisi pertama untuk negara dengan sugar daddy terbanyak sendiri ditempati India. Total, ada 338 ribu sugar daddy di India.

baca juga: Arteria: UU Kejaksaan Tidak Akan Menegasikan Kewenangan Penegak Hukum Lainnya

Hasil survei sendiri melibatkan 556 ribu sugar daddy . Sebanyak 61% responden berasal dari India, sementara sisanya tersebar di negara lain.

Selain India, Indonesia, dan Malaysia, ketujuh negara lainnya yang masuk ke dalam daftar berturut-turut adalah Jepang, Hong Kong, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Kamboja.

baca juga: Menag: Perilaku Antikorupsi Harus Dimulai Sejak Dini

Menurut laporan SeekingArrangement, tren sugar daddy muncul di negara-negara yang mementingkan pendidikan pasca sekolah.

Sebagai contoh, Malaysia memiliki utang mencapai RM 39 juta atau Rp 135 miliar untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi.

Sementara, negara seperti Jepang memiliki 90 persen penduduk yang menginginkan pendidikan tinggi, dan Korea Selatan di angka 76 persen.

Penyebab lainnya adalah kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin. Menurut CEO SeekingArrangement, Brandon Wade, hal ini menyebabkan banyak perempuan muda sengaja mencari pria kaya.

Sebagai tambahan, keberadaan sugar daddy ternyata berkaitan dengan banyaknya investor asing yang mendirikan bisnis di Asia.

Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Asia, hal ini juga membuat komunitas sugar daddy makin berkembang di negara-negara tersebut.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri