Belanda Terapkan Lockdown, Begini Nasib Pelajar Indonesia

Suasana di Belanda saat lockdown dan pemberlakuan jam malam
Suasana di Belanda saat lockdown dan pemberlakuan jam malam (Ashry Sallatu/ / [SuaraSulsel.id)

KLIKPOSITIF - Pemerintah Belanda sementara menerapkan karantina wilayah atau lockdown . Jam malam juga masih diberlakukan.

Sejak tanggal 23 Januari 2021, masyarakat harus sudah berada di rumah sebelum jam 9 malam.

baca juga: Nasib 75 Pegawai KPK Tak Lulus Ujian ASN Diserahkan ke Menpan RB, Tahjo Kumolo: Itu Urusan Internal KPK

Jam malam ini awalnya hanya sampai 10 Febuari 2021, tapi sepertinya akan diperpanjang lagi sampai tanggal 2 maret.

Ini dilakukan untuk menghindari gelombang ketiga kasus Covid-19 di Belanda dan mencegah mutasi virus dari Inggris.

baca juga: Diperiksa Terkait Kasus Suap, Azis Syamsuddin Tak Hadiri Panggilan KPK

"Saya yang baru datang untuk studi merasakan suasana yang kurang baik. Karena aktivitas lebih banyak dilakukan di kamar," kata pelajar asal Indonesia, Ashry Sallatu kepada dilansir dari SuaraSulsel.id, Rabu 10 Februari 2021.

Menurut Ashry, pertemuan dengan dosen supervisor pun kebanyakan dilakukan secara virtual.

baca juga: Ada Tank Cegat Mudik di Perbatasan Jabar, Ini Penjelasan TNI

"Saya beberapa kali ke kampus, tapi di sana sangat sedikit orang yang datang. Saya kekampus tentu dengan menerapkan protokol yang ketat. Pakai masker, dan jaga jarak,"

Ashry mengaku merasakan kota di Belanda sangat sunyi. Tidak banyak aktivitas. Unit bisnis yang tidak penting seperti restoran, dan cafe ditutup.

baca juga: Hotman Paris Bersama Nikita Mirzani Rambah Bisnis Kuliner, Kucurkan Saham ke Restoran Ternama Ini

Tempat yang buka hanya toko yang menjual kebutuhan penting seperti makanan. Toko lain beroperasi secara online dan wajib menyiapkan titik pengambilan barang.

"Ini berat bagi saya yang baru datang karena dalam keadaan cuaca dingin, bekerja di dalam kamar secara terus menerus itu sangat menantang. Perlu pintar-pintar untuk mengelola mood,".

Memang ada beberapa fasilitas yang diberikan kampus. Misalnya program "walking buddy". Dimana pelajar bisa bertemu dengan pelajar lain untuk sekedar ngobrol. Sambil berjalan-jalan.

"Tapi karena kondisi cuaca saya belum mau memanfaatkan fasilitas yang tujuannya agar kita tidak stres," kata Ashry.

Saat ini di Belanda dilandai badai salju. Cuaca bisa turun sampai minus 5 derajat dan di luar salju menumpuk sampai 50 Cm tingginya. Badai ini diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu ini.

Pemerintah Belanda juga rutin melakukan tes swab. Termasuk swasta juga melakukan tes. "Jika ada warga yang bergejala," kata Ashry.

Vaksinasi Covid-19 juga dilakukan untuk tenaga kesehatan. Setelah itu untuk warga sipil.

Editor: Eko Fajri