PermataBank Syariah Luncurkan PermataKPR iB Bebas untuk Kemudahan Memiliki Properti

PermataBank Syariah
PermataBank Syariah (Ist)

KLIKPOSITIF --Di awal tahun 2021,PermataBank Syariah terus memberikan pelayanan yang inovatif bagi nasabahnya, kali ini melalui peluncuran produk KPR. Sektor properti memang diproyeksikan akan terus berkembang tahun ini, terutama setelah semakin pastinya kehadiran vaksin yang menandai bahwa berangsur-angsut pandemi dapat dikendalikan. Dalam rangka mendukung meningkatnya trend minat terhadap kepemilikan properti, maka PermataBank Syariah meluncurkan PermataKPR iB Bebas. Produk perbankan syariah terbaru ini akan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk dapat memiliki properti dengan angsuran yang feksibel atau dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kapasitas dari nasabah.

Pandemi COVID-19 sendiri tidak menyurutkan minat nasabah untuk dapat memiliki properti. Hal tersebut dapat dilihat dari data statistik Perbankan Syariah Indonesia yang menunjukan KPR Nasional mengalami pertumbuhan 3 persen dari 471 triliun menjadi 487 triliun pada bulan Agustus 2020, meskipun kondisi ekonomi mengalami penurunan akibat pandemi. Selain itu, pertumbuhan KPR syariah juga mengalami peningkatan hingga 10 persen dari 77 triliun menjadi 86 triliun pada Agustus 2020. Peningkatan tersebut merupakan akibat dari tingginya minat masyarakat terhadap KPR berbasis syariah.

baca juga: Alami Kenaikan Tipis, Emas Batangan Dijual Rp 932 Ribu Per Gram

Berdasarkan hal tersebut, PermataBank Syariah sangat optimis terhadap peluncuran produk PermataKPR iB Bebas dengan inovasi angsuran yang fleksibel sehingga menjadikan produk ini yang pertama di pasar Indonesia (The First Shariah Mortgage with Flexible Installment in Indonesia). Optimisme PermataBank Syariah dalam meluncurkan produk tersebut didukung dengan data pertumbuhan portfolio KPR PermataBank Syariah triwulan III yang tumbuh 13% pada September 2020. Secara YoY tumbuh 12% pada Desember 2020.

Herwin Bustaman, Direktur PermataBank Syariah mengatakan, "Menurut data yang kami himpun pada tahun lalu, sudah terlihat geliat pertumbuhan yang signifikan dari sektor properti. Kami meluncurkan produk PermataKPR iB Bebas ini untuk menjawab tingginya minat masyarakat terhadap KPR syariah saat ini. Dengan adanya produk KPR tersebut, kami berharap kebutuhan nasabah akan properti dapat segera terwujud karena produk ini menawarkan sistem angsuran yang fleksibel sehingga nasabah bebas menentukan angsuran sesuai kemampuannya. Skema system angsuran inilah yang menjadi keunggulan utama dari produk KPR syariah kami."

baca juga: BI Sebut Banyak Negara Non Muslim Lirik Sistem Keuangan Syariah

Peluncuran produk PermataKPR iB Bebas juga disambut baik oleh PT PP Properti Tbk sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia. Melalui produk KPR yang dikeluarkan oleh PermataBank Syariah diharapkan dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk dapat memiliki properti.

Fajar S. Bahri, ST, MBA, Director of Business Development PT PP Properti Tbk, mengatakan, "Kami menyambut baik atas peluncuran PermataKPR iB Bebas dengan inovasi angsuran yang fleksibel bagi nasabah PermataBank Syariah. Konsumen bukan hanya perlu dibantu untuk informasi properti yang komprehensif dan tepat, namun juga perlu didukung dari sisi pembiayaan yang sesuai dengan kenyamanan mereka. Harapan kami, peluncuran produk pembiayaan seperti ini bisa menambah minat masyarakat untuk mewujudkan impian memenuhi kebutuhan primer mereka. Ditambah lagi pembangunan konektivitas yang sedang gancar-gencarnya, yang memberi lebih banyak pilihan properti kepada nasabah tanpa cemas akan jarak ke pusat kota. Ini juga membuka jalan agar lebih banyak lagi lapisan masyarakat bisa memiliki properti." Pungkas Fajar.

baca juga: 130 Juta Penduduk Indonesia Belum Dapatkan Akses Perbankan

PermataBank Syariah berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Dalam hal KPR, PermataBank Syariah terus berinovasi agar setiap nasabah dapat merasakan kemudahan untuk memiliki properti. Nasabah dapat mengatur sendiri angsuran yang akan mereka bayarkan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas mereka. (*)

Editor: Pundi F Akbar