Mulai Proses Belajar Tatap Muka, SMPN 1 Kecamatan Harau Ketatkan Pelaksanaan Prokes

Kepala SMPN 1 Kecamatan Harau M. Yusuf Lubis saat berada di ruangannya.
Kepala SMPN 1 Kecamatan Harau M. Yusuf Lubis saat berada di ruangannya. (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Memulai proses belajar tatap muka di tahun 2021 ini, SMPN 1 Kecamatan Harau perketat pelaksanaan protokol kesehatan. Pelaksanaan tersebut dibuktikan dengan melakukan serangkaian persiapan sesuai dengan prosedur operasional sekolah berdasarkan standar kesehatan yang diberikan Satgas COVID-19 melalui Disdikbud Lima Puluh Kota

Kepala SMPN 1 Kecamatan Harau M. Yusuf Lubis saat ditemui di ruangannya, Selasa 26 Januari 2021 mengatakan sebelum mulai tatap muka, baik guru dan siswa harus mengikuti SOP yang telah ada. Ia menjelaskan salah satu SOP untuk guru adalah melakukan rapid test dan untuk siswa ada surat ijin dari orang tuanya.

baca juga: Pasar Murah Dibuka, Dinas Perdagangan Kota Padang Batasi Pengunjung

"Untuk siswa, ijin dari orang tua sangat diperlukan dan siswa tidak dalam keadaan sakit. Kemudian nantinya di sekolah Kita lakukan pengecekan suhu, mengimbau siswa memakai masker, dan menjaga jarak serta menghindari berkumpul atau berkerumun," kata M. Yusuf Lubis.

Selain itu, Kepsek SMPN 1 Kecamatan Harau atau yang dikenal dengan SMP Sahara ini juga menjelaskan untuk jumlah kehadiran dibatasi per harinya dari kapasitas ideal. Dimana menurut, kehadiran siswa perkelas saat ini berkisar antara 15 hingga 16 orang siswa.

baca juga: Masyarakat Penerima Banpres UMKM Serbu Kantor Kas BNI Painan Urus Hal Ini

"Kehadiran di sekolah hanya 50 persen dari kapasitas ideal dan jumlah di kelas sebanyak 15-16 orang per kelas. Kami juga terus melakukan pemantauan agar penerapan prokes dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan serta kita yakin dapat menerapkan 3M ini," ujarnya.

Sedangkan guru yang ada di sekolah dan berjumlah 26 orang, telah dilakukan rapid test. Tujuannya menurut Kepsek SMP Sahara adalah agar memastikan siswa dapat belajar dengan tenang serta tidak cemas saat belajar tatap muka.

baca juga: Tambah Empat Orang Lansia Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Pemkab Ajak Warga Bersedia di Vaksin

"Pemantauan terus menerus kami lakukan dan keberhasilan ini tergantung bagaimana guru mengimplementasikan di Lapangan. Saat ini guru dan TU telah dilakukan rapid test, minimal 50 persen dari mereka telah rapid test dan hasilnya non reaktif," katanya.

Kemudian, ia menambahkan bahwa saat istirahat siswa tidak keluar main. Namun berada di dalam kelas dan melakukan aktifitas makan minum yang telah dibawa dari rumah di kelas, termasuk guru.

baca juga: Bersama Pertamina, Puluhan UMKM Randang Kota Payakumbuh Go Digital

"Harapannya tentu semoga terhindar kerumunan dan keramaian yang biasa terjadi saat jam istirahat. Untuk memastikan ini kami juga melakukan pemantauan melalui Tim Satgas sekolah dan CCTV yang ada di ruangan," Kepala SMPN 1 Kecamatan Harau usai dikunjungi Sekdakab Widya Putra dan Kadisdikbud Indrawati.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri