Kepala Sekolah Sudah Minta Maaf, Albert Hendra Lukman Sayangkan Surat ke Presiden: Jangan Mengganggu Kerukunan Umat di Sumbar

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman meminta agar permasalahan dugaan pemaksaan menggunakan kerudung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang agar tidak mengganggu kerukunat umat beragama di Sumatera Barat.

Menurutnya, kepala sekolah sudah meminta maaf, kemudian siswi non-muslim tersebut sudah bisa sekolah tanpa pakai jilbab . Itu sebenarnya sudah cukup dan tidak perlu diperlebar lagi.

baca juga: Jangan salah, Begini Ciri - Ciri Ikan Tongkol Segar

Selain itu, persoalan tersebut juga sudah ditangani oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Sumatera Barat.

"Sudah. Jangan sampai mengganggu kerukunan umat beragama di Sumbar. Persoalan ini bisa ditangani di sini," katanya saat diwawancarai, Senin 25 Januari 2021.

baca juga: Menkeu Sebut Prospek Pemulihan Ekonomi Semakin Membaik

Menurutnya, pembuatan aturan itu memang dilakukan pada tahun 2005 lalu saat Fauzi Bahar menjabat sebagai Wali Kota Padang.

"Saat itu saya di DPRD Padang dan hanya saya yang protes, tapi disebutkan aturannya hanya bersifat edaran. Non muslim menyesuaikan," lanjutnya.

baca juga: Pemerintah Buat Satgas Khusus untuk Awasi Pembayaran THR

Ia mengatakan, aturan itu boleh saja diterapkan bagi siswi muslim dengan alasan kearifan lokal, tapi tidak boleh ada pemaksaan bagi non muslim.

Ia meminta pihak orangtua tidak membesar-besarkan kejadian tersebut karena bisa mengganggu kerukunan umat beragama.

baca juga: Soal Reshuffle Kabinet Usai Jokowi Bertemu Megawati, Begini Respon PDI P

"Tidak perlu sampai mengirim surat ke presiden segala. Sekarang sudah ditangani Kemendikbud dan Dinas Pendidikan yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat," lanjutnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri