75 Persen Perawat Meninggal Akibat Covid Tertular Dari Pasien Rawat Inap

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Selain dokter, perawat termasuk tenaga medis yang rentan terinfeksi virus corona . Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat 136 perawat di seluruh Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah, S.Kp, SH, M.Kep, MH menyampaikan bahwa sekitar 75 persen perawat yang meninggal itu kebanyakan yang bertugas di kamar rawat inap.

baca juga: Pemkab Pessel Usulkan Pembangunan Jalan Poros di KTM Lunang Silaut Melalui Dana TP Pusat

"Kemungkinan perawat tertular dari pasien sebelum hasil swab mereka (pasien) keluar dari lab atau Orang Tanpa Gejala," kata Harif dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com jaringan Klikpositif.com, Sabtu (5/12/2020).

Diakui Harif, banyak tenaga kesehatan dari berbagai divisi sudah kewalahan menangani lonjakan pasien Covid-19 dan hasil swab yang harus diperiksa. Ia berharap pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas perlengkapan pemeriksaan kesehatan .

baca juga: Padangpanjang Masuk Kategori Kota dengan Pendapatan APBD Tertinggi, Payakumbuh Realisasi Belanja Tertinggi

"Sehingga bisa diperoleh hasil yang lebih cepat untuk mengurangi angka penularan di fasilitas kesehatan . Termasuk pemeriksaan rutin untuk para tenaga kesehatan ," ucapnya.

Sementara itu, anggota Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI dr. Weny Rinawati SpPK MARS mengingatkan para tenaga kesehatan agar tidak menurunkan kualitas alat pelindung diri (APD) yang dikenakan.

baca juga: Cadangan Devisa Indonesia pada November 2021 Tercatat 145,9 Miliar Dolar AS

Weny mengatakan bahwa tenaga medis harus memakai APD dengan standar level tinggi dan disesuaikan dengan risiko tempat melakukan pelayanan.

"Kami juga berharap agar pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan menyediakan APD yang layak bagi para tenaga kesehatan . Sementara itu bagi para tenaga kesehatan yang berpraktik secara pribadi sebaiknya tetap menggunakan APD level sesuai potensi risiko dalam menangani pasien," ujarnya.

baca juga: Pemerintah Resmi Batalkan Rencana PPKM Level 3 Pada Saat Nataru, Ini Aturan Penggantinya

Editor: Eko Fajri