Saat Peringatan Hari AIDS Sedunia Empat Warga Solok Dinyatakan Positif

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay.com)

SOLOK , KLIKPOSITIF - HIV / AIDS menjadi penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat, penyebarannya tidak hanya meluas di daerah perkotaan, namun juga merambah ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Dari data yang diperoleh Klikpositif.com dari dinas kesehatan kabupaten Solok , dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, sebanyak 80 orang warga kabupaten Solok tercatat mengidap penyakit HIV / AIDS .

baca juga: Padangpanjang Masuk Kategori Kota dengan Pendapatan APBD Tertinggi, Payakumbuh Realisasi Belanja Tertinggi

"Secar komulatif sejak 2012 hingga akhir November 2020, tercatat sebanyak 80 kasus HIV / AIDS di kabupaten Solok ," ungkap Kadis Kesehatan Kabupaten Solok , dr. Maryety Marwazi melalui Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular, Syupriadi, Rabu (2/12/2020).

Penambahan kasus HIV / AIDS tertinggi dalam kurun 2012-2020, tercatat penambahan tertinggi pada tahun 2017 dengan 29 kasus. Kemudian sempat melandai di tahun berikutnya dengan penambahan 9 kasus.

baca juga: Cadangan Devisa Indonesia pada November 2021 Tercatat 145,9 Miliar Dolar AS

Kemudian tahun 2019 jumlahnya kembali menanjak dengan 11 kasus temuan baru dan hingga November 2020, juga sudah terjadi penambahan sebanyak 11 kasus.

"Terakhir, pas peringatan AIDS sedunia kemarin, kita juga melakukan test serentak di Gedung Solok Nan Indah dan 19 Puskemas di kabupaten Solok terhadap 839 orang, ditemukan 4 orang positif mengidap Human Immunodefiency Virus ( HIV )," terangnya.

baca juga: Pemerintah Resmi Batalkan Rencana PPKM Level 3 Pada Saat Nataru, Ini Aturan Penggantinya

Untuk diketahui, Ada perbedaan antara HIV dan AIDS . Dikutip dari beragam sumber, HIV merupakan kondisi dimana seseorang terserang virus yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan Aquired Immuno Dediciency Sindrom ( AIDS ) merupakan kondisi lanjut ketika imun tubuh sudah rusak parah, atau tahap akhir dari infeksi HIV . Bagi penderita AIDS , infeksi kecil yang tidak berbahaya bagi orang biasa, bisa saja mematikan bagi mereka.

baca juga: Wapres: Penerapan Harus Konsisten, Ini Daftar Penerima Anugerah Meritokrasi KASN Tahun 2021

Dijelaskan Syupriadi, Untuk mendeteksi secara dini penularan HIV , masyarakat bisa memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten Solok , untuk pengecekan bisa dilakukan mulai dari puskesmas hingga RSUD Arosuka.

"Untuk pemeriksaan atau diagnosa awal orang yang dicurigai menderita HIV , itu kita gratiskan, kecuali untuk labor lanjut memang sebagian ada biayanya," terangnya.

Dinas kesehatan kabupaten Solok juga bakal memfasilitasi jika pasien positif HIV memerlukan tindakan medis lanjut ke rumah sakit rujukan RSUD. Mohammad Natsir.

Sementara untuk penanganan tanpa rujukan, bisa dilakukan di Puskesmas Selayo, kecamatan Kubung, karena sudah bisa memberikan tindakan medis dalam membantu menekan dampak HIV .

Dari hasil pendataan petugas terhadap Orang Dengan HIV / AIDS (ODHA), ada diantara mereka yang tertular diluar kabupaten Solok dan ada juga yang tertular di dalam wilayah.

"Jika ada masyarakat yang merasa melakukan faktor resiko untuk segera melakukan tes HIV karena pada taraf HIV belum bisa dikenali gejalanya secara klinis, tapi kalau sudah AIDS baru bisa," terangnya.

Gejala AIDS secara sederhana bisa dilihat dengan penurunan berat badan secara mencolok, diare secara berulang, sariawan dan kemunculan penyakit penyerta lainnya seperti TB dan diabetes serta gejala lainnya.

Cegah HIV /AID Dengan Langkah ABCD

Banyak faktor resiko yang bisa menyebabkan seseorang terpapar virus HIV / AIDS . Diantara faktor yang jamak melalui hubungan seks bebas, dan pemakaian narkotika dengan alat suntik yang sama, serta faktor lainnya.

Untuk menghindari itu, kata Syupriadi, Dinkes kabupaten Solok meminta masyarakat untuk menerapkan rumus ABCD. Pertama A, (Abstinace) atau tidak melakukan hubungan seksual diluar nikah.

Kemudian B, (Be Faithful) atau setia pada pasangan. Banyak kasus penularan HIV lantaran seorang pria "jajan" diluar tanpa pengaman. Saat tertular, maka istri berkemungkinan besar juga beresiko.

Selanjutnya C, (Condom) Penggunaan kondom diklaim sangat efektif dalam mencegah penularan HIV . Pada dasarnya, jika sudah menerapkan rumusan A dan B maka tidak diperlukan.

D, (Don't Use Drugs) atau jangan gunakan obat-obatan terlarang, pengguna nafza atau narkotika suntik beresiko tinggi tertular HIV / AIDS karena mayoritas penggunan memakai jarum suntik secara bersama.

"Langkah ini penting untuk mencegah penularan atau penyebaran virus HIV ," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Eko Fajri