Tiga Skenario Penyelenggaraan Ibadah Haji Mulai Dari Kuota Penuh, Pembatasan Hingga Penundaan

Ilustrasi
Ilustrasi (Dokumentasi klikpositif)

KLIKPOSITIF - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia belum berakhir. Karenanya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama tetap menyiapkan tiga skenario penyelenggaraan ibadah haji pada 1442H/2021M. Skenario ini serupa dengan yang disiapkan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1441 H / 2020 M angkatan ke VI yang digelar Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Lombok.

baca juga: Asisten III Wali Kota Payakumbuh Buka Muswil Luar Biasa IPHI Sumbar di Payakumbuh

Nizar menyebut, skenario pertama yang akan dilakukan adalah calon jemaah haji tetap akan diberangkatkan dengan kuota penuh. "Ini akan dilakukan dengan catatan apabila covid-19 selesai, atau sudah ditemukan vaksin covid-19," kata Nizar, Jumat (27/11), yang dikutipdari laman Kemenag.

Skenario kedua adalah pembatasan kuota jemaah haji . "Pembatasan kuota ini bisa 30%, 40%, bahkan sampai 50%. Sesuai dengan protokol kesehatan," ungkap Nizar yang sebelumnya pernah menjabat sebagai DirjenPenyelenggara Haji dan Umrah Kemenag.

baca juga: Bisakah Jemaah Asal Indonesia Melaksanakan Umrah? Ini Kata Konsul Haji KJRI Jeddah

Sedangkan skenario ketiga adalah pemberangkatan jemaah haji ditunda lagi jika Pemerintah Arab Saudi menutup akses layanan penyelenggaraan ibadah haji . Nizar menyampaikan, pada musim haji 2020 lalu pemerintah Indonesia mengambil keputusan pembatalan keberangkatan jemaah haji dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan jemaah di masa pandemi.

Selain Nizar, hadir pula sebagai narasumber anggota Komisi VIII DPR RI Dapil NTB Nanang Samodra, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB Zaidi Abdad, dan Kepala Bidang Penyelenggara Haji Dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Prov. NTB Eka Muftati'ah.

baca juga: Arab Saudi Kembali Izinkan Umrah dengan Syarat, Kemenag: Kami Berharap Jemaah Indonesia Tidak Harus Dipersyaratakan Seperti Itu

Acara yang diikuti 100 peserta, mulai Kepala KanKemenag Kab/Kota Se-NTB, Kepala Seksi PHU Kab/Kota Se-NTB, Staf PHU, Penyuluh, Toga/Toma, UPT Asrama Haji Lombok, PPIU, KBIHU, hingga Kepala Desa ini membahas berbagai topik tentang perhajian.

Antara lain tentang kuota jemaah, pelimpahan porsi, pembiayaan, BPKH, penyandang disabilitas, KBIHU, dokumen perjalanan, dampak pandemi covid-19, pembatalan perjalanan haji , biaya kesehatan, serta penyelenggaraan umrah.

baca juga: Arab Saudi Mulai Gelar Penyelenggaraan Ibadah Haji, Ada 327 WNI yang Menjadi Jemaah

Tak lupa dibahas pula pengawasan penyelenggaraan ibadah haji dilakukan oleh Pengawas internal ( Inspektorat Jenderal ), maupun eksternal ( DPR RI, DPD RI, dan BPK ).

Editor: Haswandi