Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pelanggaran Jadwal Kampanye Salah Satu Paslon Pilgub Sumbar

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Polri tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana pemilu pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat ( Sumbar ), Mulyadi-Ali Mukhni.

Hal itu dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

baca juga: SKB Tiga Menteri, Ini Tanggapan Bupati Pasaman Barat

Awi menyatakan Bareskrim mulai menyelidiki kasus tersebut setelah sebelumnya lebih dulu diselidiki oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

"Setelah dilakukan kajian oleh Bawaslu dan lidik oleh Kepolisian serta pendampingan dari Jaksa, Sentra Gakkumdu sepakat bahwa perkara tersebut merupakan tindak pidana pemilihan dan direkomendasikan untuk diteruskan ke Penyidik," kata Awi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020) dilansir dari Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com.

baca juga: Sedih Jokowi Dipolisikan, Mantan Ketua MK: Harusnya Diproses di DPR, Bukan Polri

Dalam perkara ini, Mulyadi-Ali Mukhni diduga melakukan tindak pidana pemilu lantaran melakukan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Kampanye tersebut dilakukan yang bersangkutan melalui sebuah program televisi nasional pada, 12 November 2020.

baca juga: Ada Politik Uang, Bawaslu Lima Puluh Kota Berharap Bisa Lakukan OTT

Padahal, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 Juncto Keputusan KPU Sumbar Nomor 31 Tahun 2020, kampanye melalui media massa cetak dan elektronik baru mulai dilaksanakan pada tanggal 22 November hingga 5 Desember 2020.

"Konten atau isi tayangan tersebut dinilai mengandung muatan kampanye," ujarnya.

baca juga: Tidak Hanya Tuak, Ini Sederet Miras Lokal yang Legendaris di Indonesia

Awi menuturkan, kasus tersebut awalnya dilaporkan oleh Yogi Ramon Setiawan ke Bawaslu RI pada, 17 November. Selanjutnya, yang bersangkutan kembali membuat laporan ke Bareskrim Polri pada, 22 November.

"Sebelumnya sudah dilakukan pengkajian selama lima hari oleh Sentra Gakumdu dari unsur Pengawas (Bawaslu), semenjak dilaporkan maka sudah dihitung proses penyidikan selama 14 hari kerja oleh Penyidik Gakumdu dari unsur Polri," terang Awi.

Sumber: www.suara.com

Editor: Eko Fajri