Mesti Mendapat Suntik Insulin Tiap Bulan Karena Sakitnya, Elma: Tidak Ada Uang Berobat Jika Tidak Dibantu JKN-KIS

Peserta PBI JKN-KIS, Elma Farahiyangan (44 tahun)
Peserta PBI JKN-KIS, Elma Farahiyangan (44 tahun) (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Mendapatkan penyakit adalah sasuatu yang dihindarkan banyak orang. Jika banyak orang berkata sehat itu mahal, maka benarlah lernyataan tersebut karena untuk sembuh dari penyakit itu seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Itulah yang dirasakan oleh Elmi Fahariyangan (44 tahun) semenjak dirinya divonis oleh dokter terkena penyakit Diabetes sejak 2018 lalu. Ia mengungkapkan bahwa tak enak karena harus berobat terus menerus untuk tetap fit dan bugar guna menjalani hari-hari seperti biasa.

baca juga: Presiden RI Lantik Jajaran Direksi BPJAMSOSTEK Periode 2021-2026, Optimis Jamin Perlindungan Jamsos Menyeluruh

Namun ia bersyukur karena menjadi peserta JKN-KIS dari BPJS Kesehatan. Karena hal itu ia tak perlu merasa cemas lagi saat harus berobat ke rumah sakit untuk menjalani pengobatannya.

"Alhamdulillah sekali. Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Suami juga tidak memiliki penghasilan yang tetap tiap harinya. Jadi untuk pengobatan pasti butuh biaya yang tidak sedikit. Namun untung saja saya menjasi peserta JKN-KIS yang subsidi dari pemerintah, sehingga saya tak perlu membayar iuran tiap bulan," kata Elma sembari mengenang masa-masa saat ia sakit.

baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Tanah Datar Bayarkan Klaim Asuransi Rp19,2 Miliar Selama 2020

Ia menceritakan bahwa ia menjadi peserta PBI JKN-KIS sejak 2010 lalu. Penggunaan kartu memang jarang karena ia menghindari sebisa mungkin untuk terkena penyakit. Namun saat mengetahui dirinya penyakit gula dan harus mendapatkan suntik insulin secara berkala, ia hanya pasrah dan menerimanya.

Ia mengungkapkan, program pemerintah melalui JKN-KIS tersebut sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki ekonomi menengah ke bawah seperti dirinya.

baca juga: Soal Kasus BPJamsostek, Sarbumusi, KSPN dan KSBSI Angkat Bicara

"Semoga pemerintah tetap mempertahankan program ini. Tak akan ada uang kami masyarakat kelas menengah ke bawah untuk berobat. Apalagi untuk penyakit saya, suntik insulin itu saya yakin pasti biayanya mahal sekali dan tak akan sanggup bagi saya dan keluarga membiayainya," tuturnya.(*)

Editor: Khadijah