Polda Sumbar Benarkan Penerbitan SP3 Kasus yang Menjerat Indra Catri

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu membernarkan pihaknya telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Indra Catri . Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

"Iya benar, SP3 sudah diterbitkan, namun untuk keterangan lengkapnya masih menunggu dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Sabtu (21/11/2020).

baca juga: Polri Buka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS)

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya menetapkan Bupati Agam Indra Catri sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI Mulyadi melalui akun facebook palsu bernama Mar Yanto.

Penetapan tersangka, setelah melakukan penyidikan dan mengambil keterangan saksi ahli dan labfor forensik ditemukan tersangka baru.

baca juga: KPU Sumbar Digugat Dua Paslon di Pilgub ke MK

"Setelah dilakukan pengembangan keduanya ditetapkan sebagai tersangka tambahan berdasarkan surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020 /Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020," katanya di Mapolda Sumbar, Selasa (11/8/2020). Selain Indra Catri , Polda Sumbar juga menetapkan Sekda Kabupaten Agam Martias Wanto juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) juga telah melakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap tiga orang. Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penyidik atas laporan pencemaran nama baik anggota DPR-RI Mulyadi.

baca juga: Kerahkan Ribuan Personel, Polda Sumbar: Ingat Perda Nomor 6 Tahun 2020

"Pelaku masing-masing berinisial Rb, RZ dan ERI. Dua ditangkap di Agam dan satu di Padang, ditangkap hari ini," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu (17/6/2020) lalu.

Satake menambahkan, ia belum bisa menyebutkan peran para pelaku dalam pencemaran nama baik. "Sementara informasi awal itulah, yang lengkap nanti akan kita rilis. Ini kan baru ditangkap selanjutnya akan diperiksa lebih mendalam," ujarnya.

baca juga: Andre: Gerindra Menunggu Hasil Real Count Internal dan Penghitungan KPU

Editor: Muhammad Haikal