Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah untuk Warga Asing, Begini Ketentuannya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah menyusun pedoman untuk menerima jamaah dari luar Kerajaan. Penerapannya akan berlangsung mulai 1 November.

Menyadur Arab News, maskapai Arab Saudi telah merespon dengan membuka kembali 33 tujuan perjalanan, yang sebagian besar merupakan negara hijau di mana Covid-19 tidak menyebar.

baca juga: KPU Tanah Datar Tetapkan Eka Putra - Richi Aprian Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih Pilkada 2020

Meski membuka banyak tujuan perjalanan, tidak dijelaskan negara-negara mana yang mendapat akses bertolak ke Arab Saudi .

Ahmed Bajaifer, seorang investor di perusahaan Umrah , mengatakan bahwa diperkirakan 10.000 jamaah akan tiba setiap minggu di Arab Saudi .

baca juga: Polemik Kerudung di SMK, MUI Sumbar: Seperti Diframing, Telusuri Masalah Ini dengan Benar

Pembatasan jumlah jamaah disebut Bajaifer bakal membuat perusahaan Umrah lebih mudah menangani jamaah sambil menerapkan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi hanya mengizinkan jamaah berusia antara 18 dan 50 tahun untuk datang umrah , sesuai dengan persyaratan Kementerian Kesehatan.

baca juga: Simpan Sabu di Dapur, Suami-Istri di Tanah Datar Ini Dibekuk Polisi

Mereka harus menunjukkan sertifikat uji PCR yang membuktikan bahwa mereka telah dites negatif untuk COVID-19.

Sertifikat harus diterbitkan oleh laboratorium terpercaya di negara jamaah tidak lebih dari 72 jam sebelum pemberangkatan.

baca juga: MK Putuskan Pilkada Kota Solok Tidak Masuk PHPU, KPU Tetapkan Paslon Terpilih

Peziarah harus memesan Umrah dan sholat mereka di Dua Masjid Suci, termasuk kunjungan ke Masjid Nabawi dan sholat di Kamar Nabi. Semua pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi Eatmarna.

Mereka juga diharuskan memiliki penerbangan pulang pergi yang sesuai dengan program umrah mereka.

Komponen wajib dari paket layanan untuk setiap jamaah termasuk pemesanan akomodasi yang menyediakan tiga paket makan full board untuk masa karantina minimal berlangsung tiga hari, transportasi dari bandara ke tempat akomodasi.

Para jamaah dari luar Arab Saudi juga ditekankan harus memiliki polis asuransi yang komprehensif.

Peziarah yang datang dari luar negeri akan dibagi menjadi kelompok yang beranggotakan minimal 50 jamaah.

Program terpadu harus dipesan untuk kelompok, termasuk semua layanan yang sesuai dengan tanggal pemesanan mereka untuk melakukan Umrah dan mengunjungi Dua Masjid Suci.

Seorang pemandu akan ditunjuk untuk setiap grup, dan agen Saudi akan berkewajiban untuk menyediakan paket layanan yang dikontrak.

Editor: Eko Fajri