Lagi, Lima Warga Pasaman Barat Terpapar Corona

Ilustrasi
Ilustrasi (Klikpositif)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Lima orang warga Pasaman Barat dinyatakan terindikasi positif Virus Corona atau COVID-19. Mereka terpapar karena diduga kontak dengan pasien positif Corona sebelumnya.

"Lima orang ini dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Padang," sebut Kepala BPBD Pasaman Barat , Edi Busti saat jumpa pers, Selasa (29/9/2020).

baca juga: Kisah Ria Oktorina, Penyintas Covid-19 Asal Solok Sumbar

Ia mengatakan kasus positif COVID-19 terus bertambah di daerah itu. Ada pun kelima warga yang terpapar itu diantaranya yakni berinisial E (46), BS (8), APA (14), RS (17).

Empat orang ini merupakan warga Sukamenanti, Kecamatan Pasaman. Keempat pasien laki-laki ini melakukan tes usap atau swab test pada 24 September 2020 karena diduga kontak dengan pasien positif COVID-19 sebelumnya.

baca juga: KPU Padang Catat Sudah 469 KPPS Reaktif Covid-19, Bagaimana Persiapan Pencoblosan?

Sedangkan seorang pasien lagi berjenis kelamin perempuan IM (57) merupakan warga Kajai, Kecamatan Talamau. Pasien melakukan tes usap atau swab test di RSUP M Djamil Padang dan diduga kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Semua pasien telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Empat orang diisolasi di RSUD Pasaman Barat dan satu orang pasien atas nama IM menjalani isolasi di RSUP M Djamil Padang," katanya.

baca juga: Bayi Ini Lahir dengan Antibodi Covid-19

Dengan demikian dijelaskan Edi Busti, jumlah warga di Pasaman Barat yang positif COVID-19 mencapai 85 orang, 47 orang diantaranya sembuh, tiga orang meninggal dunia dan 35 orang masih positif.

Untuk itu pihaknya mengingatkan masyarakat dengan semakin tingginya tingkat penyebaran COVID-19 di daerah itu, diminta agar warga tetap tenang dan selalu bersama untuk memutus penyebaran COVID-19.

baca juga: Kemendikbud: Orang Tua Berhak Tolak Anaknya Belajar Tatap Muka, Tapi....

"Mari selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Tingkatkan kewaspadaan karena COVID-19 ini nyata adanya. Semoga ke depannya tidak ada lagi penambahan kasus positif," harapnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi