Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada Pessel, Ini Paslon dengan Saldo Terbanyak

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat sudah menerima Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan Pilkada 2020.

Ketua KPU Pessel , Epaldi Bahar mengatakan, hal itu sudah diumumkan langsung melalui website resmi KPU Pessel . Dari hasil LADK tersebut, masing-masing Paslon memiliki nilai saldo yang berbeda-beda sesuai buku rekening yang telah disampaikan.

baca juga: Hari Ini, Satu Pasien COVID-19 di Pessel Meninggal Dunia

"Semuanya sudah melaporkan, soal nominal saldonya berbeda-beda. Itu bisa dilihat langsung di website KPU ," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

Berdasarkan pengumuman Nomor: 350/PL.02.5-SD/1301/ KPU -Kab/IX/2020 tentang Hasil Penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan Tahun 2020, hasil LADK Paslon bisa didownlod melalui website resmi KPU .

baca juga: Dinilai Langgar Protokol Kesehatan, Tim Satgas COVID-19 Pessel Bubarkan Kerumunan di BNI Cabang Painan

Dari pengamatan KLIKPOSITIF , masing Paslon memiliki nilai saldo berbeda, seperti Paslon nomor urut 1 Hendrajoni-Hamdanus saldo LADK hanya Rp 1 juta dengan buku rekening dari BNI.

Lalu, Paslon nomor urut 2 Rusma Yul Anwar-Rudi Hariansyah dengan nilai saldo Rp10 juta dengan buku rekening dari BNI. Sedangkan, Paslon nomor urut 3 Dedi Rahmanto Putra-Afrianof Rajab dengan nilai saldo Rp1 juta dengan buku rekening dari BRI.

baca juga: Begini Cara EL, Perempuan yang Diamankan Pihak Kepolisian Padang Tipu Korbannya

"Dari LADK yang sudah dilaporkan itu, memang Paslon Rusma Yul Anwar-Rudi Hariansyah yang nilainya lebih banyak. Nilainya mencapai Rp10 juta," jelasnya.

Setelah LADK, menurut Epaldi Bahar, selanjut Paslon harus melaporkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) pada 31 Oktober 2020. " Selanjutnya, setelah LSPDK, pada 6 Desember 2020 baru Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK)," tutupnya.

baca juga: Modus Bisa Loloskan Warga Jadi PNS, Seorang Perempuan diamankan Pihak Kepolisian Padang

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri