Irwan Prayitno Optimis Ekonomi Syariah di Sumbar Tumbuh Bagus

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno optimis ekonomi syariah akan tumbuh bagus di provinsi tersebut.

Dia sangat mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional di tengah hambatan wabah pandemi COVID-19.

baca juga: Tak Ada Perubahan Berarti, Emas Dijual Rp 942 Ribu Per Gram

"Penduduk Sumbar yang mayoritas muslim memiliki potensi besar untuk pemanfaatan ekonomi dan keuangan syariah dunia," ujarnya, Sabtu, 26 September 2020.

Menurut Irwan Prayitno, ekonomi dan keuangan syariah merupakan satu kesatuan dengan falsafah Minangkabau yakni "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) yang sesuai dengan Alquran.

baca juga: Harga Minyak Dunia Terus Melejit

Sebagaimana diketahui, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah Sumbar, tentunya tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai instansi dan lembaga, serta koordinasi antara pusat dan daerah.

"Dapat kami sampaikan, di Sumbar kami telah menetapkan beberapa sektor ekonomi syariah untuk menjadi prioritas untuk dikembangkan seperti kuliner dan pariwisata halal," ucapnya.

baca juga: Harga Emas Dunia Terus Turun Akibat Perkembangan Vaksin Covid-19

Adapun regulasi yang telah diikeluarkan Peraturan Daerah Sumbar nomor 1 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pariwisata halal.

Peraturan ini sangat didukung masyarakat Sumbar dalam menunjang dan meningkatkan pariwisata halal dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan wisata, baik terhadap makanan, kesediaan tempat ibadah, kebersihan dan penyelenggaraan traveller dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam.

baca juga: Ini Tiga Senjata Pemrintah Untuk Bangkitkan Kembali Sektor Pariwisata

Dengan demikian wisata halal dapat dinikmati oleh semua wisatawan baik muslim maupun non muslim, karena penerapannya bersifat universal pada proses makanan halal yaitu sanitasi dan higienitas.

"Namun ditengah pandemi COVID-19 ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan, ini sangat berdampak sekali bagi pelaku usaha," ungkap Irwan Prayitno.

Adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Pelaku usaha syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan transaksi serta aspek higienis dari produk yang dihasilkan.

Diterangkannya, wisata halal itu artinya bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim untuk bisa beribadah di tempat-tempat wisata atau pusat kuliner yang telah tersertifikasi.

"Kita yakin, dalam pengembangan ekonomi syariah dapat kita tingkatkan bersama. Yang terpenting bagaimana kita bisa beradaptasi dalam menghadapi COVID-19, agar pelaku pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19," tukasnya.

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir