Indeks Kerawanan Pemilu Sumbar Tertinggi Nasional, Bawaslu Siapkan Strategi Pengawasan

Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen pada saat menghadiri Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wagub Sumbar Tahun 2020 di Kota Payakumbuh.
Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen pada saat menghadiri Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wagub Sumbar Tahun 2020 di Kota Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar menyiapkan strategi khusus dalam menyikapi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 yang menempatkan daerah tersebut sebagai provinsi paling rawan dalam konteks materi kampanye suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan politik uang.

Ketua Bawaslu Sumbar , Surya Efitrimen menyebut, pihaknya bersama jajaran Bawaslu Kabupaten Kota, Panitia Pengawas Kecamatan, dan Pengawas Kelurahan Desa (PKD) telah menyiapkan strategi dalam mengantisipasi potensi pelanggaran pada Pilkada 2020 nanti.

baca juga: Pemko Payakumbuh Akan Buka Kembali Sekolah, DPRD Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

"Kita mempedomani IKP dari Bawaslu RI yang dikeluarkan berdasarkan data dinamika proses tahapan Pilkada yang berlangsung di setiap daerah. Itu kita jadikan pedoman, sehingganya potensi-potensi yang digambarkan di dalam IKP itu pada prinsipnya bisa kita atasi," kata Surya Efitrimen pada saat menghadiri Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wagub Sumbar tahun 2020 di Kota Payakumbuh , Sabtu (26/9).

Tidak hanya menyiapkan jajarannya, Bawaslu Sumbar juga terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan Pilkada 2020 ini.

baca juga: Sekolah di Payakumbuh Akan Kembali Dibuka Mulai Rabu Ini

"Dengan melibatkan masyarakat dalam pengawasan partisipatif itu hal-hal yang rawan itu bisa kita atasi. Tapi kita berharap hal itu tidak terjadi," katanya.

Untuk di Sumbar sendiri, Surya Efitrimen menyebut bahwa pada Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 ini ada dua daerah yang cukup rawan dari sisi kesehatan, yaitu Bukittinggi dan Agam.

baca juga: Bawaslu Sumbar Pastikan Semua Data Tahapan Pilkada akan Terdokumentasikan

"Karena jumlah kasus COVID-19 di dua daerah tersebut masih cukup tinggi," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat