Korban Banjir di Muaro Painan dan Batangkapas Pessel Dievakuasi

Warga saat berupaya menerobos banjir dengan mendorong kendaraannya
Warga saat berupaya menerobos banjir dengan mendorong kendaraannya (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera mengevakuasi warga yang terdampak akibat banjir yang terjadi di daerah itu, Rabu 23 September 2020

Kasi Kedaruratan BPBD Pessel , Husnul Karim mengaku, meski kondisi banjir saat ini sudah mulai surut, namun pihaknya tetap melakukan evakuasi untuk sejumlah warga yang permukimannya masih terendam.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

"Ya (evakuasi), di Muaro Painan dan Batangkapas. Soalnya, ada daerah yang terkepung. Sehingga perlu dilakukan evakuasi ke keluarganya yang terdekat," ungkapnya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF .

Hingga saat ini, wilayah yang sudah terpantau BPBD sudah dipastikan air mulai surut dan terkendali, di antaranya terdapat di Kota Painan Kecamatan IV Jurai dan Siguntur Mudo Kecamatan Koto XI Tarusan.

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

"Kalau di Painan itu ada sekitar 25 KK, tapi untuk Batangkapas anggota masih bekerja," terangnya.

Lanjutnya, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat banjir di daerah itu. Sedangkan untuk kerugian, pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing warga.

baca juga: Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

"Kerugian masih dihitung, kalau korban jiwa Alhamdulillah sampai saat belum ada laporan," ujarnya.

Sementara warga Nagari Sungai Nyalo, Batangkapas, Tasri (36) mengaku, hingga pukul 19.55 WIB ketigian air belum surat total di rumahnya. Debit air masih terbilang tinggi dan membuatnya kesulitan untuk menimba air.

baca juga: 3 Jam Debat Kandidat Putaran Kedua, Ini Hasilnya

"Ini kami masih menimba air. Sebagian warga masih ada yang belum bisa membersihkan rumah karena debit air masih cukup tinggi," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi