KPU Solsel Batasi Jumlah Massa Saat Pengambilan Nomor Urut Paslon

Rakor Pengawasan Pilkada ditengah Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan Bawaslu Solsel di Padang aro.
Rakor Pengawasan Pilkada ditengah Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan Bawaslu Solsel di Padang aro. (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum KPU Solok Selatan ( Solsel ) melakukan pembatasan kehadiran pendukung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan ( Solsel ) saat mengambil nomor urut pada 24 September 2020.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Solsel Divisi perencanaan program Data dan Informasi Sastria Nofrita dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pilkada di masa pandemi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Bawaslu setempat.

baca juga: Pj. Sekdakab Solsel: ASN Tetap Semangat Jalankan Tugas di Tengah Pandemi

"Untuk pengambilan nomor urut, setiap Paslon dibatasi hanya boleh membawa 15 orang pendukung, atau 17 orang termasuk Paslon tersebut," kata Sastria Nofrita

Dia melanjutkan setiap pendukung paslon yang akan masuk ke lokasi acara di Aula Kantor Bupati Solsel nantinya diberikan tanda pengenal khusus, serta menggunakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

baca juga: Menolak Gelar Datuknya Saat Masih Sekolah, Jasman Rizal Kini Resmi Sandang Gelar Adat Ketika Jabat PJS Bupati Solsel

"Tanpa kartu tanda pengenal tidak diizinkan masuk ke lokasi acara, dan meskipun memakai tanda pengenal tetapi tidak memakai masker juga tidak diizinkan masuk," katanya

Kabag Ops Polres Solsel AKP Adrifides berharap kepada pihak KPU agar memberikan tanda pengenal tersebut kepada Lo pasangan calon sehari sebelumnya.

baca juga: Jasman Rizal Terima Gelar Adat "Datuak Bandaro Bendang"

"Kalau diberikan sehari sebelumnya, pada hari H Pelaksanaan kegiatan, mereka sudah memiliki tanda pengenal, sehingga saat pendukung calon tersebut turun dari mobil langsung dikenali dan pembatasan dapat maksimal dilakukan," kata Adrifides.

Selain itu pihaknya juga meminta ke pada KPU untuk memberi tanda khusus kendaraan pengiring pasangan calon tersebut.

baca juga: Bawaslu Solsel Harapkan Pengawasan Partisipatif Meningkat Menjelang Hari Pemungutan Suara

"Kan sudah disepakati iring-iringan kendaraan maksimal sepuluh minibus dan tidak diizinkan menggunakan bak terbuka, mobil tersebut diberi stiker nomor, guna melakukan pembatasan kendaraan," katanya.

Ketua Bawaslu Solsel Muhammad Ansyar mengatakan penerapan Protokol Kesehatan penting dilakukan agar tahapan Pilkada ini tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kita berharap kepada Paslon untuk menghimbau pendukungnya agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan, dalam setiap tahapan kegiatan Pilkada," katanya

Kepala Dinas Kominfo Solsel mengatakan langkah praktis untuk mengatasi kerumunan, adalah dengan menggunakan tekhnologi pada saat pengambilan nomor urut paslon tersebut.

"Kegiatan tersebut disebarkan melalui Video Conference sehingga pendukung setiap calon bisa menyaksikan melalui sekretariat masing-masing melalui video," katanya.

Mantan Ketua KPU Solsel yang kini menjadi Sekretaris tim salah satu paslon Isyuliardi Maas mengatakan berdasarkan pengalaman antusias pendukung paslon untuk menghadiri prosesi pengambilan nomor urut sangat tinggi.

Pihaknya berharap KPU bisa bekerjasama dengan Kominfo untuk penggunaan Vidcon tersebut.

"Saya yakin kalau para pendukung pasangan calon bisa menyaksikan melalui video di sekretariat masing-masing, kerumunan di lokasi pengambilan nomor urut dapat teratasi," ujarnya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi