Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

Ilustrasi.
Ilustrasi. (net)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Tersangka pembunuhan nenek RS (78) yang tidak lain adalah suami dari cucu kandungnya, NF atau Rian (23) mengaku tega melakukan perbuatan keji tersebut lantaran sakit hati kepada korban yang sering menagih hutang dan mempermalukannya.

Hal itu diungkapkan tersangka kepada Penyidik Polres Payakumbuh , setelah ia ditangkap. Di hadapan penyidik, tersangka tak menampik bahwa dirinya adalah orang yang mengakhiri nyawa nenek RS.

baca juga: APBD Kota Payakumbuh 2021 Disetujui Lewat Video Conference, Berikut Rinciannya

"Saya tega melakukannya karena sakit hati, saya sering ditagih hutang. Selain itu korban juga kerap mempermalukan saya," terang NF, Jumat (18/9).

Diakuinya, ia punya hutang dengan korban yang membuka warung harian di Simpang Tiga Payobadar Kecamatan Payakumbuh Timur. Di warung itu juga, NF kemudian tega menghabisi nyawa nenek dari istrinya tersebut dengan menusuk leher dan mencekiknya pada Kamis (17/9). Jenazah korban sendiri baru ditemukan, Jumat (18/9) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

baca juga: Demi Menjaga Netralitas, Bawaslu Payakumbuh Ajak ASN Taat Aturan di Pilgub Sumbar

Diceritakan NF, tindakan kejinya itu ia lakukan sekitar pukul 21.00 WIB, kala itu ia datang kerumah korban dengan diantar seseorang menggunakan sepeda motor. Ia kemudian menyelinap untuk bisa masuk ke rumah korban.

"Setelah di dalam warung saya melihat korban sedang tidur dan langsung mencekik. Karena dia melawan saya sempat terjatuh, kemudian saya mengambil pisau dapur dan menggorok lehernya sebanyak tiga kali," terangnya.

baca juga: PPID SMAN 2 Payakumbuh Raih Penghargaan Kategori Informatif

Kapolres Payakumbuh , AKBP Alex Prawira menyebut, terungkapnya kasus itu setelah jajarannya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan beberapa orang saksi.

"Kurang dari 6 jam setelah peristiwa itu dilaporkan, kita behasil mengungkap siapa pelakunya. Hal itu tentu berkat keterangan saksi-saksi dan olah TKP, serta kesesuaian alat bukti yang mengarah kepada tersangka. Motifnya adalah tersangka sakit hati kepada korban karena terus ditagih hutang," kata AKBP Alex didampingi Kasat Reskrim, AKP. M. Rosidi. (*)

baca juga: Hari Pertama Sekolah, Sekda Payakumbuh Temukan Ada Guru yang Tidak Pakai Masker di Kantor

Editor: Taufik Hidayat