Penusuk Syekh Ali Jaber Halusinasi? Novel Baswedan: Investigasi Tidak Boleh Buat Kesimpulan Tanpa Bukti

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (Net)

KLIKPOSITIF - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti aksi penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber yang diklaim oleh kepolisian pelaku mengalami halusinasi. Novel justru menemukan kejanggalan atas kasus tersebut.

Kejanggalan tersebut diungkap oleh Novel Baswedan melalui akun Twitter pribadi miliknya @nazqistsha.

baca juga: Setahun Periode Kedua Jokowi, Bamsoet: Harmoniskan Hubungan Para Menteri

Menurut Novel, aksi penusukan dengan menggunakan pisau merupakan aksi berencana karena pelaku telah menyiapkan pisau sebelum beraksi.

Hal ini berbeda dengan halusinasi. Jika halusinasi, maka pelaku akan tiba-tiba melakukan penyerangan dengan tangan kosong tanpa memiliki persiapan apapun.

baca juga: Pelajar Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring, Ini Komentar Kemendikbud

"Spontan karena halusinasi itu bila tiba-tiba memukul, bila menikam dengan pisau itu berencana karena ada persiapan untuk bawa pisau," kata Novel, Selasa (15/9/2020).

Novel mendesak agar aparat kepolisian bisa melakukan investigasi mendalam atas kasus tersebut.

baca juga: Pemerintah: 2.020 Hoaks Beredar di Medsos Terkait Covid-19

Ia meminta agar aparat tidak memberikan kesimpulan tanpa memiliki basis bukti.

"Investigasi tidak boleh buat kesimpulan tanpa basis bukti," ungkap Novel.

baca juga: Gempa Guncang Pagai Selatan Mentawai, Dirasakan Hingga ke Padang

Bahkan, Novel memiliki keyakinan akan menemukan banyak barang bukti baru jika dilakukan penggeledahan.

"Bila digeledah akan banyak bukti yang didapat. Semoga Syekh Ali Jaber lekas sembuh," tuturnya.

Editor: Eko Fajri