Ahli Ungkap Manfaat Ganja di Persidangan, Bisa Sembuhkan Epilepsi hingga Kanker

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin (14/9/2020) kembali menggelar sidang Ardian Aldiano alias Dino bin Agus Sudarmanto yang menjadi terdakwa dalam kasus penanaman pohon ganja secara hidroponik.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Dede Suryaman dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Nizar ini mengagendakan keterangan dua saksi meringankan dan juga keterangan ahli.

baca juga: Pemerintah Seleksi 1 Juta Guru PPPK, Gunakan Lima Terobosan

Kuasa hukum terdakwa, Singgih Tommy Gumilang mendatangkan ahli terapi hormon. yakni dokter Widya Murni dari Klinik Jakarta Asah Asih Clinic (JAAC).

Dalam keterangannya, ahli menjelaskan banyak hal tentang bagaimana pengaruh hormon terhadap organ tubuh.

baca juga: Pemilih Belum Rekam E-KTP? Bawaslu Sarankan KPU Koordinasi dengan Dukcapil

Lalu ketua majelis hakim menanyakan tentang apakah seorang pasien mengobati penyakitnya dengan upaya sendiri. Menurut ahli, hak itu adalah merupakan HAM bagi semua orang.

Ahli pun menjelaskan bagaimana trend di dunia tentang pengobatan dengan memakai ganja , dan menurut ahli ganja yang dianggap mengandung narkotika ternyata sangat baik untuk kesehatan .

baca juga: RSD Wisma Atlet Kini Rawat 3.365 Pasien Corona

Ahli pun menjelaskan pihaknya sudah berupaya mengajukan proposal ke pemerintah dalam hal ini kementrian kesehatan untuk melakukan riset banyaknya manfaat ganja untuk kesehatan .

Saksi pun menjelaskan bahwa ganja tidak menyebabkan seseorang menjadi fly apabila cara menggunakannya tidak dibakar.

baca juga: Tahun Depan Diprediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 3 Persen

"Kalau sebagai obat sekarang disuling. Akar ganja sangat baik untuk diabet. Ganja bisa untuk penyakit epilepsi, dengan ganja ini bisa untuk kanker stadium lanjut," kata dia seperti dikutip dari Beritajatim.com, Selasa (15/9/2020).

Namun kata ahli, karena negara kita masih belum memperbolehkan penggunaan ganja untuk pengobatan maka masih belum bisa digunakan.

Editor: Eko Fajri