Ingat Pesan Mantan Kepala BIN, Waketum MPR: Jangan Kaburkan Penusuk Syekh Ali Jaber Sebagai "Gila"

Diduga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber
Diduga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber (Net)

KLIKPOSITIF - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid meminta proses penelusuran kasus penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber tak dikaburkan dengan informasi yang menyebutkan tersangka Alpin Andria (24) mengalami gangguan jiwa.

Jangan dikaburkan pelakunya sebagai "gangguan jiwa", kata politikus Partai Keadilan Sejahtera melalui akun Twitter @hnurwahid.

baca juga: Setahun Periode Kedua Jokowi, Bamsoet: Harmoniskan Hubungan Para Menteri

"Netizen saja bisa mengunggah foto-foto si penusuk lagi selfie ria dan makan bakso pula. Polisi agar usut tuntas, berikan sanksi keras, agar negara hukum tegak dan umat tidak selalu cemas," Hidayat Nur Wahid menambahkan.

Hidayat Nur Wahid juga mengunggah link berita media online berjudul: Mantan Kepala BIN: Pura-pura Gila Jadi Modus Operandi, Pasti Ada Operatornya!

baca juga: Pelajar Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring, Ini Komentar Kemendikbud

"Tercatat jendral. Nah hebat betul kalau ada orang gila yang bisa dikendalikan dan diarahkan oleh operator untuk memilih korbannya hanya dari kalangan ulama !!" kata Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid mengingatkan kasus penyerangan terhadap pendakwah bukan hanya sekali ini terjadi.

baca juga: Pemerintah: 2.020 Hoaks Beredar di Medsos Terkait Covid-19

"Sangat menyesalkan kejadian penganiayaan di masjid. Tadi terhadp Syaikh Ali Jaber, sebelumnya kepada imam di Masjid Pekanbaru, dan lain-lain. Penting dibongkar tuntas motif dibalik persekusi itu, agar tak terulang, agar tak resahkan umat," kata Hidayat Nur Wahid.

Alpin Andria menusuk ulama asal Arab Saudi itu ketika sedang memberikan tausiyah di Masjid Falahuddin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandarlampung, pada Minggu (13/9/2020), sore. Pisau dapur yang dipakai Alpin untuk menyerang Syekh Ali Jaber dibawa dari rumah yang berlokasi tak jauh dari masjid.

baca juga: Gempa Guncang Pagai Selatan Mentawai, Dirasakan Hingga ke Padang

Syekh Ali Jaber mengalami luka pada lengan tangan bagian atas setelah menangkis serangan mendadak yang terjadi di depan jemaah.

Menurut keterangan anggota keluarga, Alpin punya masalah kejiwaan sejak 2016. Untuk memastikannya, kondisi kejiwaan Alpin akan diberlakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Lampung, hari ini.

"Belum bisa memastikan yang mengalami gangguan jiwa. Kita sudah koordinasi dengan Biddokkes Polda untuk cek kondisi kejiwaan yang bersangkutan," kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Yan Budi Jaya kepada Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Senin (14/9/2020) .

Sering nonton

Ketika diinterogasi polisi, Alpin berkata sering mengikuti tausiyah Syekh Ali Jaber melalui kanal YouTube dan televisi. Dia mengaku sekitar tahun 2019 pernah berhalusinasi didatangi tokoh agama tersebut.

Saat ini, polisi masih menyimpan Alpin. Stasus hukumnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka penganiayaan berat.

"Untuk sementara kita jerat Pasal 351 KUHP, penganiayaan berat yang mengakibatkan luka," kata Maulana.

Kasus tersebut menjadi perhatian luas. Berbagai kalangan kedekatan aparat kepolisian mengungkap siapa dalang penusukan yang sebenarnya.

Ketika diwawancara stasiun TV One, Syekh Ali Jaber bercerita tentang AA.

"Anak itu muda banget. Diperkirakan (usianya) 20 tahun. Orangnya kurus banget," kata Syekh Ali Jaber .

Itu benar, Syekh Ali Jaber tidak percaya kalau AA merupakan pelaku tunggal.

"Saya merasa kalau melihat dari wajah ketika saya menganggap dan diamankan, porta bukan hal yang mudah untuk melakukan hal seperti ini, seperti ada izin atau ada yang menyuruh," tutur Syekh Ali Jaber .

Editor: Eko Fajri