Terungkap, Ini Alasan Irwandi Kembali Maju di Pilkada Bukittinggi

Irwandi - David Chalik
Irwandi - David Chalik (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Meski telah melakukan deklarasi dan telah mendaftar ke KPU Bukittinggi untuk 'bertarung' di Pilkada Bukittinggi 2020, namun masih banyak warga yang bertanya-tanya, kenapa Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi akhirnya ikut maju?

Pertanyaan ini sangat beralasan, mengingat sebelumnya Irwandi telah menegaskan tidak akan ikut dalam Pilkada Bukittinggi 2020. Namun secara mengejutkan, di saat KPU buka pendafataran, Irwandi akhirnya menggandeng artis David Chalik untuk mendeklarasikan diri ikut maju dan langsung mendaftar ke KPU Bukittinggi .

baca juga: Sapa Pagi, Cara BPJamsostek Bukittinggi Peringati Hari Buruh

"Kami sudah deklarasi, kalau sudah deklarasi berarti sudah menyatakan maju. Tanggal 5 September kemarin kita deklarasi. Baliho juga sudah dipasang," ujar Irwandi saat bersilaturrahmi ke Green House Lezatta, Jumat 11 September 2020 kemarin.

Menurut Irwandi , dirinya maju saat last minute (menit terakhir), karena desakan-desakan dari berbagai pihak.

baca juga: Ramadan Fair Berakhir, UM Sumatera Barat Umumkan Pemenang Lomba

"Sebelumnya memang saya menyatakan tidak ingin maju. Tapi karena desakan orang-orang seperti ninik mamak, tokoh-tokoh, yang meginginkan saya harus maju, akhirnya saya berpikir ulang. Saya coba me-maping kondisi, melihat konstelasi politik, melihat basis dukungan segala macam, akhirnya saya putuskan saya maju. Saya mohon maaf karena saya baru menyatakan maju disaat last minute," ulas Irwandi .

Tapi menurut Irwandi , maju di Pilkada bukan permasalahan last minute, tapi masalah visi. "Kita akan melakukan apa untuk Bukittinggi , itu yang harus diukur," kata Irwandi .

baca juga: UM Sumatera Barat Buka Program Ramadan Fair 1442 H

Bersama David Chalik, Irwandi ingin menjadikan Bukittinggi sebagai Kota Sehat.

"Jadi, dream (mimpi) saya itu adalah Bukittinggi health city. Yang dimaksud sehat di sini adalah sehat untuk seluruh aspek kehidupan. Sehat secara fisik, sehat ekonomi, sehat pariwisatanya, sehat kulturalnya, sehat adatnya, budayanya, semuanya harus sehat. Kesehatan merupakan driving sector nya kota. Dan intinya di sana itu adalah sanitasi," paparnya.

baca juga: Selama Tiga Hari, Lapas Bukittinggi Gelar Buka Bersama Antara Petugas dengan Warga Binaan

Irwandi melanjutkan, sanitiasi itu terdiri dari 4 sub sektor, mulai dari limbah, drainase, sampah, serta air bersih.

"Artinya, rumah tangga itu harus betul-betul saniter. Kalau orang sehat, pasti kehidupannya sehat. Kita juga akan mengupayakan bagaimana ekonomi yang sehat, terutama ekonomi yang berbasis syariah yang akan kita kembangkan," jelas Irwandi .

Irwandi menambahkan,saat ini ada sekitar 13 ribu UMKM di Bukittinggi . Ia menilai, banyak diantaranya yang tidak jelas dari berbagai sektor.

"Jalur produksinya bagaimana, masalah produknya bagaimana, kemudian masalah marketnya bagaimana, masalah yang berkaitan dengan akses permodalan baigaimana. Kita akan tawarkan nantinya. Kita akan bikin bagaimana pemerintah hadir di sana. Pemerintah itu harus hadir di tengah-tengah masyarakatnya. Nanti kita akan mencoba mengklaster apa yang menjadi masalah di masyarakat. Tapi itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat, karena ada prioritas-prioritas yang akan kita bangun," tutur Irwandi .

Editor: Haswandi