3 Perantau yang Pulang ke Pariaman Positif COVID-19, Penutupan Posko Utama Satgas Batal

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Setelah 3 orang perantau yang pulang ke Pariaman dinyatakan positif COVID-19, status kota Pariaman berubah menjadi zona kuning. Perihal itu, rencana penutupan Posko Utama Satgas Pencegahan COVID-19 di batalkan dan kembali beroperasi.

Erni Puspita, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pariaman menuturkan, pihaknya telah mempersiapakan segala hal yang diperlukan untuk pencegahan penyebaran virus tersebut.

baca juga: Positif Covid-19 di Solok Capai 221 Kasus, 6 Orang Meninggal

"Benar, pada awal ada perencanaan untuk menutup posko utama namun ada lagi kasus 3 orang perantau yang positif COVID-19. Berkenaan dengan itu rencana penutupan posko dibatalkan," ungkap Kabid Erni Puspita, Rabu 12 Agustus 2020.

Lebih lanjut Kabid itu menuturkan, Tim Gugus Tugas telah mempersiapkan alat pencegahan serta melakukan penyemprotan dan melakukan tracking.

baca juga: Sekda Pariaman Diganti, Walikota: Ini Bukan Unsur Politik

"Nah untuk posko, hanya posko perencanaan yang dibuka, selebihnya bekerja secara mobile. Meskipun demikian, posko ini agak berbeda dengan biasanya. Seperti jumlah petugas yang ada di lapangan, tidak sebanyak pada saat sebelumnya," jelasnya.

Erni Puspita juga mengatakan, di bulan Agustus ini ada sebanyak 50 petugas yang siaga untuk menjalankan tugas. "Mereka bekerja dari pagi hingga malam, diantara anggota tersebut ada yang bertugas mobile," ungkapnya.

baca juga: Kasus COVID-19 Hari Ini di Solsel, 10 Positif dan Dua Pasien Dinyatakan Sembuh

Selain itu, Kabid Erni juga menuturkan terkait anggaran untuk pencegahan COVID-19. "Saat ini anggaran sebesar Rp2,5 milyar, dan ini besar kemungkinan mencukupi hingga September 2020," katanya.

Sementara itu, katanya lagi, untuk biaya operasional semenjak Maret hingga Juni sebanyak Rp5 milyar. "Nah sudah Rp7,5 milyar biaya operasional terpaksa," sebutnya.

baca juga: Kisah Azwardi Merawat Tiga Anaknya yang Mengalami Karapuhan Tulang Semenjak Bayi

Terkait itu semua, Kabid Erni berharap agar setiap warga senantiasa menerapkan protokol keselamatan untuk memutus penyebaran COVID-19.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri