Pembelajaran Tatap Muka di Payakumbuh Direncanakan Mulai 24 Agustus

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Meski Kota Payakumbuh masih memiliki satu kasus positif COVID-19, pemerintah daerah setempat tetap menyiapkan rencana untuk memulai kembali proses pembalajaran tatap muka di sekolah mulai 24 Agustus nanti.

Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi menyebut, ia telah meminta kepada Dinas Pendidikan dan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh untuk menyiapkan sejumlah hal yang dianggap penting untuk menyiapkan proses pembelajaran tatap muka.

baca juga: Kapolres Payakumbuh: Operasi Zebra Singgalang 2020 Untuk Pendisiplinan Masyarakat Berkendara

"Secara lisan saya telah menyampaikan hal terkait kemungkinan sekolah tatap muka di Payakumbuh ke Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno," kata Riza, Rabu (12/8).

Diakuinya, saat ini status Kota Payakumbuh masih berstatus zona kuning karena masih ada catatan satu kasus positif COVID-19.

baca juga: Tetap Layani Warga Saat Pandemi, BPJS Kesehatan Payakumbuh Maksimalkan Layanan PANDAWA

"Sesuai arahan gubernur, zona kuning dan hijau telah bisa laksanakan sekolah tatap muka," sebutnya.

Dia menambahkan, rencana untuk kembali melaksanakan proses pembelajaran tatap muka ini masih akan terus dipantau dan akan disesuaikan dengan perkembangan kasus positif COVID-19 di Payakumbuh .

baca juga: Investor Korea Akan Bangun Hotel Berbintang di Payakumbuh

"Kalau nantinya terdapat penambahan beberapa kasus di Payakumbuh , kami bisa saja membatalkan rencana ini," katanya.

Untuk itu, ketika akan dan telah dilaksanakannya pembelajaran tatap muka, semua sekolah harus menyiapkan segala sesuatu hal terkait protokol kesehatan di setiap sekolah.

baca juga: Wali Kota Payakumbuh Lantik Tiga Kepala Dinas

Setiap guru, juga harus mengikuti aturan dan protokol kesehatan. Jika disinyalir di suatu sekolah ada yang terjangkit, semua guru di sekolah harus ikut aturan kesehatan, seperti melakukan tes usap.

"Kalau tidak mau diatur pulang saja, bahkan bisa saja sertifikasinya tidak ditandatangani. Kalau di masa pandemi ini kita harus ikut aturan, jangan karena pribadi semuanya terbawa-bawa," pungkas Riza. (*)

Editor: Taufik Hidayat