Kreatif, Warga Lima Puluh Kota Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Pembuatan paving block di Gaduik, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pembuatan paving block di Gaduik, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Tidak maksimalnya pengolahan sampah plastik dengan mesin pencacah memunculkan ide kreatif dari seorang Minda Riszani yang bersama rekannya, Ramadhan membuat paving block siap pakai.

Minda yang ditemui di tempat usahanya, Gaduik, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota , Selasa (11/8) menjelaskan, usaha membuat paving block telah dimulainya semenjak awal tahun 2020.

baca juga: Tak Punya E-KTP, Lebih 10 Ribu Warga di Lima Puluh Kota Terancam Tak Bisa Memilih

"Mengolah sampah plastik untuk dicacah sudah kami lakukan semenjak 2017 lalu. Tapi setelah berjalannya waktu, masih banyak sampah yang tidak dapat diolah dan makin menumpuk. Dari situ barulah muncul ide untuk membuat paving block," katanya.

Diakui Minda, sebelum ide membuat paving block muncul, ia sempat berpikir bahwa sampah sisa tersebut tidak dapat diolah. Karena sampah plastik tidak mungkin dibakar dan tidak bisa dikubur karena butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai.

baca juga: Terkait Jalan Tol di Lima Puluh Kota, Ini Kata Walhi Sumbar

Minda menyebut, untuk dapat menjadikan sisa sampah plastik yang tak bernilai ekonomis jadi paving block, ia belajar secara otodidak ataupun dengan bertukar pikiran dengan teman-temannya.

"Awalnya sempat terus gagal. Setidaknya selama tiga bulan kami terus gagal," ujarnya.

baca juga: Cerita Warga Lima Puluh Kota yang Tetap Rutin Bayar Iuran BPJS Meski Jarang Berobat

Tidak hanya untuk membuat paving block, Minda juga butuh waktu yang cukup lama untuk mengetes kekuatan paving block yang telah dibuat, diantara yang dilakukan adalah dengan meletaknnya di tempat panas dan hujan.

"Kami juga mencoba meneteskan minyak, oli dan lainnya, ini untuk melihat apakah akan hancur ketika dipakai untuk parkir. Untuk kekuatan juga telah di tes, dan telah bisa dijadikan untuk parkir," kata dia.

baca juga: Jelang Pilkada di Lima Puluh Kota, Puluhan Satlinmas Ikuti Pembekalan

Untuk kapasitas produksi, ia baru bisa menghasilkan 100 paving block, karena sampai sejauh ini baru ada dua karyawan dan pengolahannya masih secara manual.

"Paving block buatan kami sudah dipasang di sejumlah titik umum, salah satunya di halaman kantor Wali Kota Payakumbuh," jelas Minda. (*)

Editor: Taufik Hidayat