Polda: Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mulyadi Sudah P-21

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menegaskan, kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Anggota DPR RI Mulyadi, terus bergulir. Tiga tersangka sudah P-21 atau lengkap dan keterlibatan Bupati IC dalam kasus ini sedang didalami.

Kombes Satake Bayu Setianto mengatakan tidak pernah mengatakan tidak cukup bukti dugaan keterlibatan IC dalam kasus pencemaran nama baik Mulyadi. "Keterlibatan IC masih didalami terus dari tersangka dan bukti yang ada," kata Kabid Humas Polda.

baca juga: Jika Terpilih, Nasrul Abit Akan Alokasikan 12 Persen APBD untuk Sektor Pertanian

Menurut Kabid Humas ini, untuk kasus pencemaran nama baik Mulyadi saat ini sudah P-21 atau hasil penyelidikannya sudah lengkap dan berkas serta tersangka nya akan segera diserahkan kepada kejaksaan.

"Jangan ada pihak yang mengambil kesimpulan sendiri, sebaiknya biarkan polisi bekerja dan tunggu hasilnya sampai benar-benar selesai. Kasusnya sudah P-21 dan untuk penyidikan pihak lain masih terus dilakukan pendalaman, serta masih dilakukan pencarian fakta-fakta lainnya," kata Kabid Humas Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis (6/8) petang.

baca juga: Di Pesisir Selatan Indra Catri Diminta Perbaiki Rumah Zaini Zen

Selanjutnya dalam waktu dekat akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Ia membantah jika ada berita yang mengatakan kasus pencemaran nama baik Mulyadi tidak ditemukan keterlibatan IC.

Seperti diketahui dalam kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian ini, penyidik Polda Sumbar telah menetapkan tiga tersangka yakni ES (58 tahun) ASN/Kabag Umum di Pemkab Agam , RB (33 tahun) honorer di Pemkab Agam dan RH (40 tahun) wiraswasta.

baca juga: Di Pessel Indra Catri Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Fitnah PKI Terhadap Nasrul Abit

ES dan RB ditangkap di Agam , sementara RH ditangkap di Padang pada pertengahan Juni lalu. Mereka ditangkap atas laporan polisi pendukung Mulyadi, No: LP/191/V/2020/SPKT-SBR tertanggal 4 Mei 2020.

Ketiga tersangka ditahan di Polda Sumbar. Dalam perkembangannya salah seorang tersangka yaitu ES membuat permohonan maaf kepada Ir. Mulyadi dan membuat pernyataan dirinya menjalankan perintah atasan dalam kasus ini.

baca juga: Pesan Perantau: Kemenangan Nasrul Abit Akan Ukir Sejarah Pessel

Sebelumnya, IC telah membantah terlibat dengan kasus ini. Ia mengatakan, ia menghormati langkah ES. "Pada intinya kita serahkan kasus ini kepada penegak hukum. Bahwa tuduhan yang ditujukan kepada kami tersebut merupakan tuduhan yang tidak berdasar secara fakta hukum, karena kasus ini sedang dalam proses penyidikan oleh Polri di Polda Sumbar," katanya. (*)

Editor: Pundi F Akbar