Rincian 9 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar, dari Karyawan Bank, Wiraswasta Hingga Tenaga Honorer

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, hingga pukul pukul 15.00 WIB, sudah 957 orang warga yang terinfeksi COVID-19. Terjadi penambahan 9 orang warga sumbar positif dan sembuh bertambah 8 orang, sehingga total sembuh 768 orang.

"Dari 957 orang yang telah dinyatakan positif dengan rincian, dirawat di berbagai rumah sakit 67 orang (7,0%), isolasi mandiri 66 orang (6,9%), isolasi daerah 6 orang (0,6%), isolasi BPSDM 16 orang (1,7%), meninggal dunia 34 orang (3,6%) dan sembuh 768 orang (80,3%)," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , Minggu (2/8/2020).

baca juga: Epidemiolog: Pemerintah Harus Ubah Strategi Penanganan COVID-19

Jasman menambahkan, sebanyak 9 orang yang positif yaitu 7 orang dari Kota Padang, 1 orang dari Kota Solok dan 1 orang dari Kab. Solok.

Dari Kota Padang yakni, perempuan berusia 31 tahun, warga Dadok Tunggua Hitam, status IRT, diduga terpapar dari aktivitas keluarga, penanganan isolasi mandiri sementara, laki-laki berusia 42 tahun, warga Batuang Taba, pekerjaan Wiraswasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat di Semen Padang Hospital, dan laki-laki berusia 10 tahun, warga Batuang Taba, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat di Semen Padang Hospital.

baca juga: Operasi Yustisi di Padang Tindak 52 Orang yang Kedapatan Langgar Perwako Pola Hidup Baru

Kemudian, perempuan berusia 56 tahun, warga Kubu Marapalam, pekerjaan Swasta, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan dirawat di RS. BMC Padang, laki-laki berusia 49 tahun, warga Andaleh, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Selanjutnya, laki-laki berusia 36 tahun, warga Kubu Dalam Parak Karakah, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara dan laki-laki berusia 16 tahun, warga Lubuak Lintah, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

baca juga: Kebakaran di Gedung Kejagung, Komisi III ke Kapolri: Siapa Pembakarnya Pak?

"Dari Kota Solok, laki-laki berusia 18 tahun, warga Tanah Garam, pekerjaan Honorer, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara dan Kabupaten Solok, laki-laki berusia 59 tahun, warga Saok Laweh, pekerjaan Tukang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara," ujarnya.

Jasman menyebutkan, perkembangan COVID-19 di Sumbar, hingga saat ini dengan kasus Suspek dengan total 66 orang, dirawat sebanyak 13 orang dan isolasi mandiri sebanyak 53 orang.

baca juga: Survei SMRC: 37 Juta Warga Indonesia Percaya PKI Akan Bangkit Lagi

Editor: Muhammad Haikal