8.908 Bukti Dukungan Pasangan Agus-Rommy TMS, Ini Penjelasan KPU

Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis bersama para komisioner KPU
Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis bersama para komisioner KPU (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman Barat telah melakukan rapat pleno terbuka hasil rekapitulasi calon perseorangan Pilkada 2020 .

Hasilnya, pasangan Agus-Rommy yang menyerahkan 22.794 dukungan, tercatat sebanyak 8.908 yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

baca juga: Prioritaskan Pembangunan di Timpeh, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat Siap Dukung SR-Labuan

Sementara yang memenuhi syarat sebanyak 13.886 dukungan. Hasil tersebut belum menjadi final karena masih menjadi tahap awal dan masih bisa diperbaiki untuk memenuhi syarat minimal untuk ditetapkan lolos oleh KPU Pasbar sebanyak 21.312 dukungan.

"Ada dua alasan kenapa terjadi sebanyak 8.908 dukungan TMS, pertama tidak ditemukan dan kedua tidak memberikan dukungan," sebut Ketua KPU Pasaman Barat , Alharis, Selasa (21/7/2020).

baca juga: Polisi Tangkap Tangan Pelaku Togel Online di Pasaman Barat

Ia mengatakan dari rata-rata total TMS tersebut kebanyakan tidak ditemukan. Artinya warga yang masuk dalam syarat dukungan bisa jadi tidak ditemukan di rumahnya dan bisa jadi sudah pindah atau tidak di lokasi.

"Kita telah menyerahkan kepada Liaison Officer (LO) pasangan Agus-Rommy untuk mengumpulkan dan menghadirkan warga yang tidak ditemukan," katanya.

baca juga: Penjelasan KPU Sumbar Terkait Pemilih OTG, PDP, dan Isolasi Mandiri

Namun hingga sampai batas akhir yang telah ditentukan pada tanggal 11 Juli 2020, LO pasangan tersebut tidak bisa mengumpulkan dan menghadirkan seluruhnya di PPS, maka dijadikan TMS.

"Memang selain tidak bisa menghadirkan, ada juga yang tidak mendukung lalu kemudian menandatangani BA5-KWK maka menjadi TMS," jelasnya.

baca juga: Mahasiswa Segel Kantor DPRD Pasaman Barat

Akan tetapi kata dia, ada juga warga yang tidak mendukung namun tidak bersedia menandatangani BA5-KWK, maka otomatis akan menjadi Memenuhi Syarat (MS).

Misal, tim verifikator datang kerumah orang yang tercantum sebagai salah seorang sipemberi syarat dukungan dan mengakui tidak memberi dukungan lalu kemudian tidak mau menandatangan, maka akan menjadi MS bukan TMS.

Alharis mengaku sejauh ini dirinya tidak mengetahui jika ada warga yang masuk dalam syarat dukungan namun tidak pernah memberikan data syarat dukungan kepada calon perseorangan manapun.

"Saya tidak mengetahui, yang mengetahui itu pihak verifikator dan saya tidak pernah menerima catatan. Selama tim verifikator melakukan verfak pun berlangsung aman-aman saja dan berjalan dengan lancar," tuturnya.

Sementara Agus Susanto yang merupakan bakal calon Bupati Pasaman Barat dari jalur perseorangan telah menyiapkan kekurangan sekitar 25.000 syarat dukungan untuk memenuhi verifikasi faktual perbaikan.

"Kita Sudah siapkan hingga 25.000 dukungan untuk memenuhi kekurangannya dan segera diserahkan ke KPU," sebut Agus Susanto kepada wartawan.

Ia berharap semoga semua petugas bekerja maksimal dan profesional dalam melaksanakan proses verifikasi," harapnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera