Perdagangkan Satwa Dilindungi, Guru Honorer Ditangkap Polisi

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawa saat press release
Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawa saat press release (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Seorang guru honorer ditangkap polisi karena menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup.

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan mengatakan, awalnya pihaknya mengetahui adanya akun facebook yang menjual satwa dilindungi. Kemudian polisi bersama petugas dari BKSDA menyamar jadi pembeli.

baca juga: Burung Ini Jadi Misteri, lmuwan Berharap Dapat Melakukan Perjalanan ke Kalimantan

"Tim menghubungi nomor yang ada di akun Facebook. Kita lakukan komunikasi dan transaksi. Pelaku kita minta mengantar burung beo dan burung nuri ke Pasar Matur. Tersangka kita tangkap Jumat 17 Juli 2020 sekitar pukul 10.00 WIB," kata kapolres.

Kapolres menjelaskan, pelaku M (31) warga Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman merupakan seorang guru honorer.

baca juga: Safari Ramadan Pemkab Agam Akan Kunjungi 40 Masjid Tahun Ini

Bersama tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti1 ekor Nuri Kalung Ungu / Nuri Merah (Eos Histrio) asal Sulawesi umur 1 tahun.1 ekor Beo Mentawai / Tiong Emas ( Gracula religiosa) umur 6 bulan.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf a junto pasal 40 ayat 2 undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

baca juga: Bupati Agam Akan Bangun Jembatan Gantung untuk Pariwisata, Ini Lokasinya

"Ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 100.000.000," ujar kapolres.

Editor: Rezka Delpiera