Masih Ada Kesempatan Masuk Sekolah SMA/SMK Negeri, Disdik Tambah Daya Tampung 44 Sekolah di Sumbar

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Pendidikan Sumatera Barat ( Disdik Sumbar ) memutuskan menambah daya tampung sekolah untuk mengakomodir anak-anak yang tidak lulus di SMA/SMK negeri karena berada blankzon (zona blank).

Blankzon adalah calon siswa yang tinggal di daerah yang jauh dari sekolah sehingga tidak diterima di negeri.

baca juga: Banjir di Batangkapas Pessel Capai Ketingian 1,5 Meter, Sekolah Terendam dan Dokumen Tidak Bisa Terselamatkan

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Alfikri menjelaskan, kebijakan optimalisasi daya tampung direncanakan akan dibuka pada 15-16 Juli 2020. Saat ini izin pembukaan jalur tersebut telah dikirim Kementerian Pendidikan dan tinggal menunjukkan persetujuan.

Dia menyampaikan, penambahan daya tampung akan dilaksanakan di 44 SMA/SMK dengan kapasitas sekitar 40 siswa persekolah atau sekitar 1700 siswa. Penambahan kapasitas dimaksud, jika biasanya daya tampung perkelas 36 siswa ditambah menjadi 40 siswa.

baca juga: Kapan Keluarga Muda Harus Mulai Menabung Dana Pendidikan Anak?

"Jadi ada sekitar 1700 lebih kesempatan untuk anak-anak yang tinggal di zona blank ini. Teknis penerimaan kami serahkan sepenuh ke sekolah dan tidak lagi online. Kita tunggu sekolah mana saja yang disetujui untuk penambahan daya tampung ini," jelasnya, Senin, 13 Juli 2020.

Adib melanjutkan, aturan main dalam penerimaan ini tidak lagi jarak rumah dengan sekolah , akan tetapi nilai rapor.

baca juga: DPR Uangkap Temuan Masih Adanya Pemotongan Dana BOS Madrasah

"Aturan zonani menciptakan zona bleng atau blankzon. Blankzon ini seperti di Padang itu anak-anak yang tinggal di Air Tawar hingga Pasir Kandang. Mereka mau sekolah kemana. Ke SMA 2 jaraknya lebih 2 kilometer, sedangkan ke SMA 7 lebih 3 kilometer. Sementara perengkingan penerimaan rata rata 1 kilometer," terangnya.

Namun, pemerintah provinsi tidak bisa berbuat banyak karena PPDB tahun ini merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan. Daerah tidak bisa berbuat banyak.

baca juga: Agam Terkoneksi, Bupati: Internet Gratis Hingga Pelosok Nagari

Selain itu, Adib juga menyampaikan, masih banyak kuota penerimaan SMK belum terpenuhi. Untuk itu anak-anak bisa mendaftar ke SMK.

"Kami akan upayakan mereka yang berada di blankzon dengan nilai rata-rata ini terakomodir di sekolah negeri. Ini juga untuk mengakomodir tuntunan masyarakat," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir